Mengatasi Rasa Nyeri Saat Aborsi

Posted on Posted in Aborsi Aman, Selama Aborsi

Kok sakit banget ya?
Normal gak sih?
Gak tahan !!!

Nyeri / kram muncul karena (a) kontraksi dalam rahim, dan (b) dilatasi serviks. Nyeri adalah reaksi normal selama aborsi. Otak merupakan pusat rasa sakit, dan rasa sakit termanifestasikan dalam tubuh. Pastikan kamu dan pendampingmu tetap tenang dan tangguh selama proses aborsi, bahkan ketika kamu mengeluh kesakitant. Berikut ini beberapa tips untuk manajemen nyeri:

Tips buat kamu :

Fokus pada bagaimana untuk mengurangi rasa sakit, bukan rasa sakit itu sendiri.

Minum pereda nyeri untuk mengurangi rasa sakit

Ingat bahwa rasa sakit adalah kondisi normal dari reaksi obat, dan akan berangsur-angsur hilang setelah proses selesai.

Tips buat pendampingmu :

Kalau perempuan yang kamu dampingi panik, lihat matanya, tersenyum dan coba untuk menenangkannya dengan menyentuh rambutnya atau memegang tangannya.Ketika mengalami panik dan stres, otot-otot di sekitar pinggul dan vagina akan mengetat sehingga akan menambah rasa sakit.

Mendorong perempuan untuk berbicara atau melakukan hal lain yang mengalihkan perhatian fokusnya dari rasa sakit. Beberapa pasangan menonton film selama proses aborsi, pastikan kalian hanya menonton film komedi. Hindari drama, thriller, horor atau film apapun yang bisa mempengaruhi kalian secara emosional dan ketakutan. Ingat, stres tidak akan membuat proses ini menjadi lebih mudah.

Dengarkan musik favorit kalian atau kenang saat-saat yang indah dan lucu yang pernah kalian alami. Kalau kalian pasangan, mungkin kenangan ketika kalian pertama bertemu. Kalau kalian sahabat atau keluarga, coba ingat-ingat hal konyol yang pernah kalian lakukan bersama.

Bagaimana membedakan nyeri normal dan sakit parah?
Kalau kamu mengeluh nyeri dan sakit; tetapi rasa nyerinya berkurang setelah minum pereda nyeri, dan kamu masih bisa melakukan aktifitas seperti biasanya tanpa bantuan orang lain, misalnya, pergi ke kamar mandi, makan, berjalan di dalam rumah, dll maka rasa nyeri dan sakit tersebut adalah nyeri normal.

Kalau kamu mengeluh nyeri dan sakit; dan rasa nyerinya tidak berkurang dengan minum pereda nyeri, kamu juga merasa lemah, hanya bisa terbaring di tempat tidur dan membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan aktifitasmu ; misalnya harus digotong atau dipangku ke kamar mandi, maka rasa nyeri dan sakit tersebut adalah nyeri yang parah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *