Kandungan sudah bersih tapi kok jadi galau, ya?

Posted on Posted in Emosi & Relasi

Merasa sedih, bingung dan kehilangan setelah menggugurkan kandungan.
Kok jadi galau ya? Apa yang salah dengan saya?
Kamu mungkin merasa yakin dengan keputusanmu. Kamu merasa sudah sangat logis dan rasional ketika mengambil keputusan untuk aborsi. Tapi kok jadi galau ya setelahnya?

Well, gak perlu kaget. Wajar saja kalau kamu merasa jadi galau setelah aborsi. Beberapa perempuan jadi meragukan keputusannya dan merasa bersalah atas keputusannya. Ini bukan hanya sekedar soal sistem budaya dan nilai yang menuntut kita berperilaku berdasarkan peran gender kita, namun sebagian besar justru terkait dengan perubahan drastis hormon dalam tubuh. Ingat, bahwa setelah aborsi hormon kehamilan kita masih ada di dalam tubuh, dan dengan penghentian kehamilan terjadi perubahan hormon yang drastis dalam waktu yang relatif cepat. Perubahan hormonal mempengaruhi kita secara emosional. Setelah hormon kembali seimbang, keadaan emosi kamu juga semakin baik. Perubahan emosional ini biasanya bisa bertahan selama 2-3 minggu setelah aborsi, gak perlu kaget kalo bisa lebih panjang bahkan sampai satu bulan. Kuncinya cuma satu, kalau kamu galau jangan fokus dan ngikutin rasa galaumu. Usir galau dengan tetap berfikir positif dan ingat kembali kenapa kamu mengambil keputusan ini. Kamu gak bisa mengubah apa yang sudah terjadi, tapi pasti kamu bisa mengubah masa depanmu.

Nah, kalau kamu adalah pendamping atau pasangan. Jangan menghakimi perempuan yang mengalami galau setelah menggugukan kandungan karena bagaimanapun juga tindakan itu sudah selesai dan sudah tidak bisa diapa-apakan lagi. Dengarkan dia, biarkan dia berbagi perasaan dan emosinya. Kalau kamu tidak tahu atau bingung bagaimana harus menanggapinya, diam adalah hal terbaik yang bisa kamu lakukan, sambil mendorong dia untuk berbicara atau konsultasi dengan seorang konselor. Dengan bicara pada konseling, kamu dan pasangan akan semakin mengerti bagaimana caranya supaya tidak lagi mengalami emosi yang naik dan turun dengan tidak karuan. Tidak perlu merasa malu karena konselor yang mengobrol denganmu tidak akan menghakimimu atas apa yang sudah kamu lakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *