Efek samping cytotec atau obat aborsi lainnya, apa reaksinya?

Posted on Posted in Aborsi Aman, Selama Aborsi

Seperti yang dijelaskan di artikel sebelumnya, Misoprostol adalah analog prostaglandin. Karena dinding rahim sensitif terhadap prostaglandin, maka ketika level prostaglandin meningkat di dalam tubuh, rahim dapat berkontraksi. Akibatnya, rahim mengeluarkan hasil konsepsi. Prosesnya hampir mirip dengan keguguran.

Misoprostol biasanya efektif bekerja dalam waktu 4-12 jam setelah dikonsumsi. Tiap perempuan bereaksi secara berbeda-beda, sebagian sudah mulai mengalami kram setelah dosis pertama, namun sebagian lain baru mengalami kram setelah dosis kedua atau ketiga. Kram biasanya akan diikuti dengan perdarahan. Biasanya darah segar berwarna merah dan darah lama berwarna kecoklatan. Ketika melakukan aborsi seorang perempuan akan kehilangan banyak darah segar berwarna merah. Selain darah seperti menstruasi, kamu juga akan melihat keluarnya gumpalan darah. Tergantung dari usia kehamilan saat aborsi dilakukan, kantung kehamilan ukuran kecil dan beberapa jaringan bisa saja keluar. Contohnya, pada usia kehamilan 5-6 minggu produk yang keluar hanya darah dan gumpalan. Setelah 9 minggu atau lebih, anda dapat melihat kantung dalam darah, atau bahkan embrio. Saat kehamilan berusia 8 atau 9 minggu, ukuran embrio sekitar 2,5cm.

Selain kram dan perdarahan, kamu juga akan mengalami efek samping berupa mual, muntah, diare, lemes, pusing, sakit kepala, menggigil, demam dan kadang menggigil. Tidak semua efek samping ini harus muncul. Kadang-kadang hanya sebagian saja yang muncul.

Untuk mengatasi nyeri, kamu bisa mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen atau paracetamol. O ya, beberapa perempuan memiliki alergi terhadap misoprostol, biasanya gejalanya berupa gatal, mati rasa atau iritasi kulit pada bagian-bagian tertentu. Jangan khawatir, menurut penelitian alergi terhadap misoprostol termasuk dalam kategori ringan.

Jangan gunakan tampon, hanya gunakan pembalut saja!

Pendarahan akan berlangsung sekitar dua minggu, namun ada kemungkinan kamu mengalami perdarahan untuk jangka waktu yang lebih pendek atau lebih lama. Siklus menstruasi kamu akan kembali normal setelah empat sampai enam minggu.

Perdarahan dan nyeri tidak selalu berarti bahwa aborsi berhasil atau bahwa aborsi selesai. Kamu perlu mengetahui seberapa banyak hasil konsepsi yang keluar. Hasil konsepsi ini bisa berupa darah dan gumpalan darah, kadang kamu juga bisa melihat kantung kehamilan dan embrio, tergantung dari usia kehamilan kamu.

Untuk mengetahui apakah kamu masih hamil atau tidak, kamu bisa mengecek apakah tanda-tanda kehamilan berkurang atau tidak. Biasanya tanda kehamilan akan menghilang sedikit demi sedikit. Jika kamu ingin yakin, kamu bisa melakukan USG 10 hari setelah mengkonsumsi misoprostol, atau menunggu 3 minggu untuk melakukan test kehamilan.

Tes kehamilan bisa dilakukan 3 minggu setelah aborsi medis. Kadang-kadang tes kehamilan masih positif 3 minggu setelah minum obat karena hormon-hormon kehamilan masih dalam darah. Jika ini terjadi, kamu bisa mengulangi tes kehamilan dalam beberapa hari atau melakukan USG. Jika berhasil, hasilnya akan negatif dan jika hasilnya masih dua garis samar berarti masih ada jaringan yang tersisa. Kamu gak perlu kuret, kamu hanya perlu dosis tambahan untuk mengatasi incomplete abortion.

Jika setelah dosis ketiga tidak juga muncul kram dan perdarahan, Kamu gak perlu khawatir, ada rentang waktu yang cukup lama untuk menunggu misoprostol bereaksi. Setiap tubuh perempuan bereaksi berbeda terhadap obat.Kalau setelah 12 jam tidak muncul kram dan perdarahan, kamu bisa segera hubungi konselor untuk konsultasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *