Pendarahan setelah aborsi? Apakah saya akan baik-baik saja?

Posted on Posted in Aborsi Aman, Pasca Aborsi

Pendarahan setelah aborsi atau saat melakukan aborsi dengan Misoprostol adalah hal yang normal. Kram di bagian bawah perut dan perdarahan merupakan salah satu reaksi Misoprostol.Perdarahan terjadi karena Misoprostol bekerja dengan membuat rahim berkontraksi. Kontraksi rahim inilah yang mengakibatkan produk konsepsi yang menempel pada dinding rahim meluruh dan keluar dalam bentuk perdarahan seperti menstruasi. Kalau kamu mengalami perdarahan seperti ini, nggak perlu panik. Perdarahan biasanya terjadi selama 2-3 minggu setelah aborsi. Kadang bisa kurang dan bisa lebih. Bahkan kadang perdarahan berhenti setelah satu minggu, lalu muncul kembali beberapa hari kemudian. Kalau ini terjadi, nggak perlu kaget. Selama masih dalam rentang 2-3 minggu setelah aborsi, kondisi ini merupakan kondisi normal.

Pada beberapa hari pertama, pendarahan setelah aborsi biasanya diikuti dengan keluarnya gumpalan seperti jel hitam kemerah-merahan. Kamu tau kan kalau kita lagi menstruasi kadang kita mengeluarkan gumpalan seperti itu? Nah, setelah aborsi kadang juga keluar gumpalan yang sama. Biasanya rasa sakit akibat kram meningkat beberapa saat sebelum keluar gumpalan. Keluarnya gumpalan ini juga bagian dari proses alami rahim meluruhkan sisa-sisa kehamilan. Jadi, kamu nggak membutuhkan kuret atau tindakan medis lainnya. Kamu hanya perlu bersabar sampai prosesnya ini selesai dengan alami.

Yang perlu kamu ketahui adalah membedakan yang mana perdarahan normal dan mana perdarahan hebat. Jika perdarahan yang keluar sangat banyak atau mengalir seperti kran, sampai kamu harus ganti pembalut 2-3 kali dalam satu jam, selama dua jam berturut-turut, maka itu adalah tanda-tanda perdarahan hebat. Karena kehilangan banyak darah, biasanya perempuan merasa pusing dan lemah.

Dalam situasi seperti ini kamu harus segera ke dokter dan mendapatkan perawatan pasca aborsi. Meskipun resiko perdarahan hebat dan komplikasi ini sangat kecil, namun kamu harus tetap awas dan siaga. Pastikan kamu dan pendamping kamu sudah punya back up plan dalam kondisi seperti ini.

O ya, kalau kamu harus ke rumah sakit, Dokter gak perlu tau kalau kamu mengkonsumsi Misoprostol. 40 menit setelah dikonsumsi, Misoprostol sudah sulit dideteksi di dalam darah. Hanya tes laboratorium yang mahal dan rumit yang bisa mendeteksinya, dan kebanyakan rumah sakit di Indonesia tidak memiliki fasilitas tersebut. Jadi jangan percaya kalau Dokter bilang dia tahu kamu minum Misoprostol melalui tes darah. Itu akal-akalan Dokter saja supaya kamu mengaku.

Be calm and confident !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *