Obat aborsi, bagaimana cara menggugurkan kandungan?

Posted on Posted in Aborsi Aman, Pra Aborsi

Aborsi merupakan salah satu model intervensi kesehatan yang paling umum di dunia. Berdasarkan data WHO, setiap tahunnya 42 juta perempuan memilih aborsi dengan beragam alasan. Aborsi merupakan prosedur kesehatan yang paling umum dilakukan oleh perempuan di seluruh dunia. Namun, banyak perempuan tidak memiliki akses terhadap layanan aborsi aman sehingga membahayakan hidup dan kesehatan mereka. Aborsi tidak aman adalah penyebab utama kematian saat melahirkan. 1 dari 300 perempuan meninggal karena aborsi tidak aman. Secara global, 70.000 perempuan di dunia meninggal sia-sia setiap tahunnnya. Banyak perempuan lain menderita komplikasi jangka panjang seperti ketidaksuburan dan nyeri kronis. Informasi mengenai aborsi aman dapat membantu perempuan menyelamatkan hidup dan kesehatannya, terutama negara-negara dimana obat aborsi seperti misoprostol mudah diakses.

 

Misoprostol sebagai obat aborsi

Tablet misoprostol merupakan salah satu obat aborsi penting yang masuk dalam daftar WHO (World Health Organization). Tablet ini dapat digunakan secara mandiri oleh para perempuan untuk menyelamatkan hidupnya. Metode aborsi menggunakan misoprostol terbukti cukup aman dan efektif. Tingkat keberhasilannya 80-85% jika dilakukan dalam 9 minggu pertama kehamilan. Metode ini jauh lebih aman dibandingkan mengakhiri kehamilan dengan aborsi tidak aman.

Obat aborsi ini meyebabkan kontraksi pada rahim dan dapat digunakan sebagai berikut:

  • Pengguguran kandungan secara aman
  • Membersihkan sisa-sisa keguguran
  • Mencegah dan mengobati pendarahan berat setelah melahirkan
  • Induksi kelahiran

Misoprostol bukanlah obat aborsi yang mahal, banyak tersedia, tahan panas, dan dapat disimpan selama bertahun-tahun. Di Indonesia, obat aborsi ini tersedia di apotek dengan merk dagang Noprostol, Gastrul, Cytotec, Citrosol dan Chromalux.

Seperti yang kamu sudah ketahui, aborsi aman bisa dilakukan dengan menggunakan obat Misoprostol. Sayangnya, meski banyak orang sudah tahu, namun banyak yang tidak tahu bagaimana menggunakan dosis yang tepat, atau mengenali apa saja reaksi dan efek samping dari obat tersebut. Ini yang menyebabkan banyak orang jadi panik dan bingung sendiri, karena mereka tidak tahu apakah obatnya asli atau tidak, dan apakah aborsinya berhasil atau tidak. Supaya kamu bisa lebih paham, kamu bisa cek infografis dibawah ini. Ingat, jika tidak ada tanda-tanda reaksi dan efek samping, bisa dipastikan obat tersebut palsu.
obat aborsi

Cara meminum obat aborsi

Untuk melakukan aborsi dengan obat aborsi, pertama-tama kamu harus tahu berapa minggu usia kehamilanmu saat ini. Misoprostol merupakan jenis obat aborsi yang bisa dikonsumsi untuk usia kehamilan 5-12 minggu. Jadi, bila usia kehamilanmu masih di rentang ini, dan kamu ingin melakukan aborsi dengan obat, kamu bisa mengonsumsi misoprostol (cytotec, misotab, noprostol, gastrul, dll). Untuk rentang usia kehamilan tersebut, kamu membutuhkan 12 butir misoprostol yang diminum setiap tiga jam sekali masing-masing empat butir, jadi kamu akan meminum obat aborsi ini sebanyak tiga kali.

Agar efek obat aborsi dapat maksimal, kamu disarankan meminumnya dengan cara sublingual, atau dengan meletakkan obat aborsi di bagian bawah lidah dan menunggunya hingga lumer. Tidak perlu khawatir, misoprostol ini hanya butuh waktu sekitar tiga puluh menit saja sampai luruh sepenuhnya dan rasanya juga tidak pahit seperti kebanyakan obat, jadi kamu masih bisa meletakkannya di bawah lidah. Lakukan ini secara berulang sampai keseluruhan 12 butir misoprostol yang kamu miliki habis.

 

Reaksi dan efek samping obat aborsi

Setelah meminum 12 butir misoprostol ini sampai habis, kamu hanya perlu menunggu sampai reaksi obatnya bekerja. Biasanya, obat aborsi ini akan bereaksi sekitar 4-12 jam setelah diminum. Sebenarnya misoprostol adalah obat aborsi yang akan merangsang kontraksi di dalam rahim, jadi bila reaksi obatnya sudah bekerja, kamu akan merasakan kram dan nyeri akibat proses kontraksi ini. Di samping itu, karena kontraksi akibat misoprostol akan meluruhkan darah yang menempel di dinding rahim, kamu juga akan mengalami pendarahan. Mungkin kamu akan merasakan kram dan pendarahan ini seperti saat menstruasi, namun kadang ada juga perempuan yang merasa sakitnya melebihi menstruasi, dan kadang ada juga perempuan yang merasa kramnya tidak terlalu sakit. Semuanya adalah normal karena tubuh perempuan yang satu pasti berbeda dengan tubuh perempuan lainnya, jadi kamu tidak perlu cemas. Namun, bila kamu tidak merasa kram dan nyeri sama sekali, dan tidak terjadi pendarahan, kamu harus waspada karena bisa saja obat aborsi yang kamu minum adalah obat yang palsu.

Kram, nyeri dan pendarahan adalah reaksi normal dari misoprostol. Jadi bila obat aborsi yang kamu minum benar-benar merupakan obat aborsi yang asli, kamu pasti akan merasakan reaksi-reaksi tersebut. Selain kram, nyeri dan pendarahan, misoprostol juga memiliki efek samping seperti mual, muntah, diare, sakit kepala dan demam. Namun, karena efek-efek tersebut merupakan efek samping semata, kadang ada juga yang tidak mengalaminya. Beberapa perempuan bisa jadi hanya merasakan mual saja setelah minum misoprostol, bisa jadi juga dia akan merasakan mual dan diare, atau bisa jadi dia merasakan semua efek sampingnya. Bila setelah minum misoprostol kamu tidak mengalami efek-efek ini, kamu tidak perlu cemas. Selama terjadi kram dan pendarahan, obat yang kamu minum bisa dibilang asli dan bekerja dengan baik meskipun kamu tidak mengalami diare, muntah, mual atau sakit kepala.

Kadang-kadang, ada perempuan yang merasa demam dan menggigil setelah minum obat aborsi. Bila ini terjadi padamu, tidak perlu cemas karena ini juga termasuk dalam efek samping misoprostol. Obat aborsi ini juga memiliki reaksi alergi seperti iritasi kulit, gatal-gatal dan juga kesemutan di beberapa bagian tertentu. Bila ini terjadi padamu, kamu tidak perlu takut karena ini merupakan reaksi alergi yang normal. Reaksi alergi ini muncul karena tubuhmu tidak cocok dengan obat aborsi yang kamu minum, bukan berarti obat tersebut gagal bekerja. Tenang saja karena reaksi alergi ini biasanya akan hilang dalam beberapa jam saja.

 

Risiko komplikasi dan infeksi obat aborsi

Berikutnya yang harus kamu waspadai saat minum obat aborsi adalah risiko terjadinya komplikasi dan juga infeksi. Komplikasi biasanya ditandai oleh pendarahan yang hebat. Untuk itu, saat minum obat aborsi ada baiknya kamu menghitung berapa banyak darah yang keluar. Bila kamu harus menggantu pembalut sampai dua kali dalam satu jam, dan terjadi selama dua jam berturut-turut (total kamu mengganti pembalut sebanyak empat kali dalam dua jam), maka ini sudah termasuk dalam ciri-ciri terjadi komplikasi. Apalagi bila karena pendarahan hebat ini kamu sampai merasa lemas, tidak bisa bangun dari tempat tidur dan bahkan kehilangan kesadaran.

Selain pendarahan berat, nyeri berat dan demam tinggi juga bisa menjadi ciri-ciri terjadinya komplikasi dan infeksi. Yang dimaksud nyeri berat di sini adalah nyeri yang sangat kuat selama beberapa hari setelah minum obat aborsi sampai-sampai kamu tidak bisa bangun dari tempat tidur. Kalau nyeri yang kamu rasakan masih bisa ditahan atau kamu masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari, maka ini bukanlah ciri-ciri terjadi komplikasi atau infeksi, kamu cukup minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau asam mefenamat saja.

Sementara yang dimaksud dengan demam tinggi adalah demam hingga suhu tubuhmu mencapai 38 derajat dan terjadi selama lebih dari 24 jam. Biasanya demam tinggi akibat komplikasi dan infeksi ini tidak bisa diturunkan dengan parasetamol, jadi bila demammu langsung turun setelah kamu minum parasetamol, maka demam ini bukanlah demam akibat komplikasi dan infeksi setelah minum obat aborsi.

Bila situasi-situasi ini terjadi padamu setelah kamu minum obat aborsi, maka kamu harus segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama. Bila ini tidak terjadi setelah kamu minum obat aborsi, maka kamu hanya perlu menunggu sampai masa follow-up selesai untuk mengetahui apakah aborsi yang kamu lakukan dengan minum obat aborsi ini berhasil atau tidak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *