Akses aborsi legal? Bisakah di Indonesia?

Posted on Posted in Aborsi Aman, Artikel, HAM

Hola Ladies selamat petang! Walaupun agak telat tapi untuk merayakan momen 28 September kali ini kita akan membicarakan soal akses aborsi legal bagi perempuan yang mengalami kehamilan tidak direncanakan. Lho apa bisa?

Sesuai Peraturan Pemerintah no 61 tahun 2014 tentang kesehatan reproduksi ada 2 hal yang menyebabkan aborsi bisa didapatkan secara legal. Pertama, kondisi kedaruratan medis. Artinya ketika karena satu dan lain hal kehamilan mengancam nyawa perempuan. Misal kehamilan ektopik, peracunan air ketuban dan sebagainya. Atau kedua jika ada indikasi pemerkosaan yang menyebabkan perempuan tersebut hamil. Nah dengan memanfaatkan kedua celah tersebut, perempuan yang mengalami kehamilan tidak direncanakan akan bisa mengakses aborsi aman dan legal.

Caranya tentu saja bukan dengan mencederai diri sehingga mengalami kedaruratan medis tadi tapi dengan menciptakan situasi yang mirip. Nah situasi ini bisa didapat dengan menggunakan misoprostol. Tapi jika aborsi medis biasanya dilakukan dengan 12misoprostol maka kali ini kamu hanya membutuhkan 2 pil.

Caranya letakkan 2 misoprostol di bawah lidah dan tunggu hingga 30 menit baru telan sisa lumerannya dengan air. Setelah itu misoprostol akan memicu kontraksi rahim dan perdarahan.

Dalam kondisi perdarahan ini mintalah seseorang untuk membawamu ke rumah sakit. Di sana kamu akann mendapat pelayanan selayaknya ketika kamu mengalami keguguran alami. Dan biasanya saat inilah dokter akan menyarankan perempuan menghentikan kehamilan atau aborsi.

Kelebihan metode ini dibandingkan metode aborsi medis tradisional tentu saja adalah tingkat keberhasilan yang jauh lebih tinggi. Selain itu perempuan juga bisa mendapat layanan aborsi legal, yang tentu saja sangat melegakan bagi mereka. Jadi, apakah akses aborsi legal diperlukan?

Lalu bagaimana dengan kekurangannya? Pertama, metode ini jauh lebih mahal dari aborsi medis karena kita semua tahu kalau layanan kuret di Indonesia tidaklah murah. Selain itu kamu juga perlu menambah biaya misoprostol yang digunakan untuk memicu perdarahan. Jadi kerugian pertama metode ini adalah kerugian finansial. Nah kerugian kedua adalah karena dokter di Indonesia kebanyakan menggunakan kuret. Lho memang apa yang salah dengan kuret? Kuret dilakukan dengan menggunakan instrumen tajam. Di usia kehamilan yang masih awal atau trimester pertama penebalan dinding rahim yang terbentuk masih belum terlalu tebal. Jika kemudian penebalannya diluruhkan dengan benda tajam ada kemungkinan rahimmu akan ikut terluka dan mempengaruhi kemungkinan perempuan punya anak. Karena itu pastikan kamu memilih metode aborsi aman dengan bijak ya Ladies

Disadur dari Hotline Misoprostol

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *