PRA

ABORSI

 

 

 

 

Aborsi Medis

Aborsi merupakan salah satu model intervensi kesehatan yang paling umum di dunia. Berdasarkan data WHO, setiap tahunnya 42 juta perempuan memilih aborsi dengan beragam alasan. Aborsi merupakan prosedur kesehatan yang paling umum dilakukan oleh perempuan di seluruh dunia. Namun, banyak perempuan tidak memiliki akses terhadap layanan aborsi aman sehingga membahayakan hidup dan kesehatan mereka. Aborsi tidak aman adalah penyebab utama kematian saat melahirkan. 1 dari 300 perempuan meninggal karena aborsi tidak aman. Secara global, 70.000 perempuan di dunia meninggal sia-sia setiap tahunnnya.Informasi mengenai aborsi aman dapat membantu perempuan menyelamatkan hidup dan kesehatannya, terutama negara-negara dimana misoprostol mudah diakses. Read More..

Di mana bisa aborsi aman ?

Aborsi aman bisa dilakukan dengan dua metode : surgical dan medical.  Apa bedanya? Metode yang pertama adalah Surgical Abortion yang dilakukan melalui prosedur tindakan medis sederhana yang dilakukan di klinik, oleh dokter dan dengan peralatan medis yang steril. Metode ini bisa beragam tergantung pada usia kehamilan. Misalnya untuk usia kehamilan 9 minggu, metode yang digunakan adalah metode vakum. Metode yang kedua adalah Medical Abortion (MA) atau dengan obat-obatan. Obat yang digunakan adalah kombinasi Mifepristone dan Misoprostol. Idealnya metode ini dilakukan di bawah pengawasan dokter. Klien bisa memilih apakah tindakan aborsinya akan dilakukan di klinik atau di rumah. Namun pada prinsipnya, metode ini harus melalui konsultasi dengan dokter. Read More..

Kontraindikasi

Aborsi aman dengan Misoprostol seperti cytotec, gastrul, misotab, noprostol, infitex, dan beragam merk misoprostol lainnya, bisa jadi pilihan bagi perempuan yang mengalami kehamilan tidak direncanakan dan memutuskan untuk tidak melanjutkan kehamilannya. Selain aman, berbeda dengan metode aborsi surgical, aborsi medis (atau aborsi dengan menggunakan obat) juga relatif lebih terjangkau dan dapat dilakukan sendiri di rumah tanpa perlu pergi ke klinik aborsi. Meskipun begitu, ada beberapa riwayat penyakit yang menjadi kontraindikasi aborsi medis. Kontraindikasi merupakan situasi di mana suatu bentuk terapi maupun pengobatan tidak disarankan karena dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi pasien. Pastikan bahwa kamu benar-benar bebas dari riwayat penyakit berikut ini sebelum melakukan aborsi aman dengan obat.Read More..

Pertimbangan memilih klinik

Jika anda mempertimbangkan untuk mengunjungi klinik aborsi, sebaiknya anda tahu apa konsekuensinya bagi masa depan anda. Anda tidak perlu mengambil keputusan secara terburu-buru. Bersikap tenang dan ambil kesempatan untuk berfikir. Jangan biarkan orang lain menyarankan anda untuk melakukan aborsi, anda yang harus mengambil keputusan. Hubungi hotline atau layanan kesehatan reproduksi yang dapat memberi anda informasi mengenai beberapa pilihan yang dapat anda ambil. Lakukan tes urin atau tes darah untuk memastikan anda benar-benar hamil. Bisa jadi anda tidak benar-benar hamil, pemeriksaan kesehatan dapat memberikan pelayanan yang dapat membantu anda mengetahui kepastian mengenai kehamilan anda. Read More..

Prinsip 4P

Sebelum kamu memutuskan untuk melakukan aborsi dengan Misoprostol, ada prinsip penting yang harus kamu ingat, yaitu prinsip 4P atau Positive, Plan, Preparation & Perform. Positive, artinya kamu betul-betul sudah mengkonfirmasi kehamilanmu dan hasilnya positif. Kamu bisa lakukan test-pack untuk mengetahui apakah kamu hamil atau tidak. Hasil yang akurat bisa dilakukan dengan ultrasound atau USG, namun pemeriksaan dengan test-pack saja sudah cukup.Pastikan usia kehamilanmu tidak lebih dari 13 minggu. Untuk menghitung usia kehamilan bisa dihitung dengan cara menghitung Hari Pertama Menstruasi Terakhir (HPMT) atau dengan ultrasound atau USG. Kamu bisa juga cek dengan kalender disini. Positive juga maknanya bahwa kamu yakin ini adalah keputusanmu sendiri, bukan keputusan pasangan atau keluargamu.Read More...

Reaksi & Efek Samping

Misoprostol biasanya efektif bekerja dalam waktu 4-12 jam setelah dikonsumsi. Tiap perempuan bereaksi secara berbeda-beda, sebagian sudah mulai mengalami kram setelah dosis pertama, namun sebagian lain baru mengalami kram setelah dosis kedua atau ketiga. Kram biasanya akan diikuti dengan perdarahan. Biasanya darah segar berwarna merah dan darah lama berwarna kecoklatan. Ketika melakukan aborsi seorang perempuan akan kehilangan banyak darah segar berwarna merah. Selain darah seperti menstruasi, kamu juga akan melihat keluarnya gumpalan darah.  Read More..

 

Mengatasi rasa nyeri

Kok sakit banget ya? Normal gak sih? Gak tahan !!! Nyeri / kram muncul karena (a) kontraksi dalam rahim, dan (b) dilatasi serviks. Nyeri adalah reaksi normal selama aborsi. Otak merupakan pusat rasa sakit, dan rasa sakit termanifestasikan dalam tubuh. Kalau kamu mengeluh nyeri dan sakit; tetapi rasa nyerinya berkurang setelah minum pereda nyeri, dan kamu masih bisa melakukan aktifitas seperti biasanya tanpa bantuan orang lain, misalnya, pergi ke kamar mandi, makan, berjalan di dalam rumah, dll maka rasa nyeri dan sakit tersebut adalah nyeri normal. Read More..

 

Komplikasi & Infeksi

Aborsi merupakan salah satu intervensi kesehatan yang aman bagi kesehatan perempuan. Namun, karena kurangnya informasi yang relevan, seringkali perempuan dan pasangan menjadi panik setelah aborsi. Biasanya kepanikan ini berhubungan dengan kekhawatiran adanya komplikasi, infeksi atau resiko kesehatan jangka panjang. Setelah aborsi, pasangan anda masuk masa follow up atau observasi. Dalam masa observasi ini, dokter atau konselor akan mengidentifikasi tanda-tanda klinis dan non-klinis. Namun, tanpa bantuan dokter atau konselor, anda dan pasangan dapat secara mandiri mengidentifikasi tanda-tanda tersebut.Read More..

Aduh, berhasil nggak ya?

Jika anda melakukan aborsi secara mandiri, seringkali anda merasa khawatir dan ragu apakah aborsi sudah berhasil atau belum. Dalam situasi ini anda merasa bingung dan serba salah. Untuk memastikan apakah aborsi berhasil atau tidak adalah dengan melakukan pemeriksaan ke dokter dan melakukan tes ultrasound. Namun seringkali anda merasa khawatir jika dokter mengetahui anda telah melakukan aborsi. Jika anda ingin mengetahui apakah proses aborsi sudah berhasil atau belum, anda bisa melakukan konsultasi dengan menghubungi nomor hotline. Konselor akan membantu menganalisa apakah aborsi yang anda lakukan berhasil atau tidak. Pastikan anda memberikan informasi yang akurat agar konselor dapat melakukan analisis dan rekomendasi yang tepat.Read More...

Kenapa harus follow up?

Jika kamu aborsi dengan metode bedah atau yang biasa kita sebut sebagai surgical abortion, biasanya dokter akan meminta kamu kembali untuk melakukan check up dua minggu setelah aborsi. Saat check up ini dokter akan memastikan apakah semua produk konsepsi sudah keluar atau belum. Jika sudah keluar semua, maka bisa dipastikan aborsi sudah komplit. Namun jika belum, itu artinya masih ada jaringan yang tertinggal dan perlu dikeluarkan. Sisa jaringan yang tertinggal bisa dikeluarkan dengan kuret atau cukup dengan dosis tambahan misoprostol, tergantung ukurannya seberapa besar. Read More..

Kok saya masih perdarahan ya?

Perdarahan selama dan setelah aborsi dengan Misoprostol adalah hal yang normal. Kram di bagian bawah perut dan perdarahan merupakan salah satu reaksi Misoprostol.Perdarahan terjadi karena Misoprostol bekerja dengan membuat rahim berkontraksi. Kontraksi rahim inilah yang mengakibatkan produk konsepsi yang menempel pada dinding rahim meluruh dan keluar dalam bentuk perdarahan seperti menstruasi. Kalau kamu mengalami perdarahan seperti ini, nggak perlu panik. Perdarahan biasanya terjadi selama 2-3 minggu setelah aborsi. Kadang bisa kurang dan bisa lebih. Bahkan kadang perdarahan berhenti setelah satu minggu, lalu muncul kembali beberapa hari kemudian. Kalau ini terjadi, nggak perlu kaget. Selama masih dalam rentang 2-3 minggu setelah aborsi, kondisi ini merupakan kondisi normal.Read More..

 

PASCA

ABORSI

 

 

 

Tespek masih positif

Kepanikan lain biasanya adalah perempuan segera melakukan test-pack dan menemukan dua garis merah atau positif. Biasanya perempuan segera mengasumsikan dirinya masih hamil dan meminum dosis berikutnya atau mencarai layanan aborsi di klinik. Tunggu 2-3 minggu sebelum melakukan test-pack.  Hasil test-pack masih akan tetap positif karena yang dideteksi adalah level HCG dalam tubuh. Butuh waktu beberapa minggu sampai kadar HCG dalam tubuh menjadi normal kembali. Jadi, meskipun anda melakukan tindakan aborsi hari ini, hormon kehamilan masih tetap akan terdeteksi di dalam tubuh selama beberapa minggu ke depan. Jika anda ingin segera mengetahui hasilnya, lakukan tes USG. Namun ini pun tidak terlalu dibutuhkan, karena jika ternyata masih ada sisa, dokter akan menyarankan anda untuk kuret. Read More..