herstory

Saya, Perempuan dan Sejarah Kekerasan Diri (bagian terakhir)

Posted on Leave a commentPosted in Emosi & Relasi, HAM, Pasca Aborsi

Bagi saya, pelecehan seksual adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa saya maafkan dan saya terima. Laki-laki yang tidak bisa menghargai perempuan adalah sosok yang paling saya benci. Saya tidak mau anak saya tumbuh dengan ayah yang demikian. Lebih baik perkawinan saya yang kandas daripada anak saya besar dengan pandangan semacam itu. Siap tidak siap, […]

herstory

Saya, perempuan dan sejarah kekerasan diri (Bagian Ketiga)

Posted on Leave a commentPosted in Aborsi Aman, Emosi & Relasi, HAM, My Story

Ketika saya menikah dan hamil kembali, perlakuan tenaga kesehatan kepada saya bagaikan bumi dan langit. Status nyonya seakan-akan merupakan tiket emas bagi senyuman dan dukungan atas kehamilan saya. Saya merasa ini sama mengerikannya—sikap standar ganda ini terasa begitu palsu. Saya melewati kehamilan saya dengan baik dan melahirkan dengan normal. Anak saya sehat dan baik-baik saja sampai […]

herstory

Saya, Perempuan dan Sejarah Kekerasan Diri (bagian pertama)

Posted on Leave a commentPosted in Aborsi Aman, Emosi & Relasi, HAM, My Story

Ditulis oleh Astrid Reza pada 27 Desember 2010. Ketika Yendi Amalia dari YSIK meng-email saya sekian minggu yang lalu, meminta saya menulis untuk kampanye “16 Hari untuk Selamanya”, sebuah kampanye anti kekerasan terhadap perempuan internasional yang berlangsung pada tanggal 25 November–10 Desember 2010, saya langsung mengiyakan dan saya kira tulisan ini akan mudah. Saya kira […]