Aborsi Trimester Kedua Benarkah Lebih Sulit?

0
14
aborsi trimester kedua

Hola Ladies, akhir-akhir ini mimin sering banget menerima pertanyaan seperti “Kak, bukannya makin muda usia kehamilan makin gampang ya keluarnya?” atau keraguan perempuan untuk melakukan aborsi ketika usia kehamilan memasuki trimester kedua karena khawatir prosesnya akan lebih sulit. Hmmm benar nggak sih kalau aborsi trimester kedua menjadi lebih sulit? Yuk kita kulik satu-satu di sini!

Sebetulnya kapan trimester kedua dimulai?

Trimester kedua dimulai di usia kehamilan 13 minggu. Biasanya pada usia kehamilan ini kita sudah akan melihat janin seukuran 7-8cm. Plasenta dan ari-ari pun sudah cukup besar. Trimester kedua ini berlangsung sampai usia kehamilan 27 minggu, namun sesuai panduan WHO sebaiknya lakukan usaha menghentikan kehamilan alias aborsi sebelum usia kehamilan mencapai 22 minggu.

Kenapa melakukan aborsi sebaiknya sebelum usia kehamilan 22 minggu? Karena ketika usia kehamilan sudah mencapai 22 minggu atau bahkan lebih maka organ-organ janin sudah berkembang sempurna dan bisa bertahan di luar kandungan. Wah jadinya sama saja dengan melahirkan prematur dong? Iya benar, pada dasarnya proses aborsi di trimester kedua memang seperti kelahiran prematur. Bedanya, ketika usia kehamilan kurang dari 22 minggu tidak akan terjadi kelahiran karena janinnya tidak mampu bertahan hidup di luar kandungan.

Kalau sama seperti kelahiran prematur aborsi trimester kedua lebih sulit dong?

Sebetulnya tidak Ladies, justru biasanya ketika usia kehamilan memasuki trimester kedua maka rahim juga lebih sensitif dengan rangsangan misoprostol. Nah hasilnya kehamilan juga cenderung lebih mudah keluar. Hanya saja memang prosesnya akan jadi lebih berat bagi perempuannya.

Faktor yang membuat prosesnya menjadi lebih berat terutama adalah di produk konsepsinya itu tadi. Tentu janin berukuran 7-8 cm akan jauh lebih sulit untuk dikeluarkan melalui vagina dibandingkan gumpalan darah. Selain itu, walaupun perempuan yang melakukan aborsi di usia kehamilan 6 minggu pun bisa saja trauma tapi trauma lebih sering terjadi ketika aborsi dilakukan di trimester kedua walaupun seringkali alasannya justru bukan karena aborsi. Bentuk produk konsepsi ini pun bisa ikut mempengaruhi pendampingmu.

Tapi kehamilanku sudah memasuki 13 minggu dan aku ingin tetap aborsi, apakah bisa? Tentu saja bisa Ladies! Yang penting pastikan kamu dan pendamping/pasangan sepenuhnya jujur satu sama lain tentang perasaan kalian terhadap keputusan ini. Diskusikan juga keadaan dan rencanamu bersama teman-teman konselor supaya kamu dan pendamping benar-benar siap dalam menghadapi prosesnya sebelum, selama dan sesudahnya. Pokoknya stay safe and happy ya 😀

Disadur dari Hotline Misoprostol.

Previous articleUSG sebelum aborsi, apa pentingnya?
Next articleAkses aborsi legal? Bisakah di Indonesia?
Inna had an unplanned pregnancy at the age of 22 when she studied in medical school. Having no valid information and without proper support, she decided to have an abortion. She starts this blog in 2007 dedicated to all women with an unplanned pregnancy with the mission to provide information on unplanned pregnancy and safe abortion. In 2008 Inna join forces with other women as the founder of Samsara, a feminist organization based in Indonesia that promotes body autonomy, sexual and reproductive health and rights, and set up a hotline for women with an unplanned pregnancy. She believes every woman deserve health care with dignity.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here