Aborsi tiga bulan? Apa saja yang perlu diperhatikan?

0
441
aborsi tiga bulan

Ketika usia kehamilan sudah lebih dari 10 minggu proses konseling aborsi tiga bulan akan sedikit berbeda dengan ketika usia kehamilan masih 6-9 minggu karena adanya perbedaan produk konsepsi. Karena itu juga konselor jadi lebih berhati-hati dalam memberikan konseling untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya komplikasi (ya, walaupun cuma 1% tapi pasti kita tetap perlu mencoba mencegahnya kan?) dan trauma.

Lalu bagaimana supaya proses konseling lancar dan kamu bisa secepatnya bisa melakukan aborsi tiga bulan?

Pertama, pastikan kamu sudah melakukan USG dan memastikan bahwa kehamilanmu normal. Ingat, tidak semua kehamilan bisa dihentikan dengan obat lho, dan kondisi kehamilan itu akan terlihat jelas perbedaannya ketika kamu melakukan USG.

Kedua, pastikan kamu sudah memiliki seseorang yang bisa mendampingimu selama prosesnya. Pendamping ini menjadi semakin penting ketika menghentikan kehamilan yang sudah berusia lebih dari 10 minggu. Ini lagi-lagi terkait dengan produk konsepsi, karena pada usia kehamilan ini produk konsepsi perlu dimanajemen dengan sangat hati-hati demi keamananmu sendiri. Selain itu, risiko trauma cenderung meningkat ketika usia kehamilan bertambah. Lagi-lagi ini masih terkait dengan produk konsepsi dan proses aborsi medis yang lebih mirip kelahiran prematur. Ketika kamu menjalani prosesnya dengan ditemani seseorang yang pengertian dan bisa diandalkan pun tentu kamu juga akan merasa lebih nyaman, dan prosesnya juga akan lebih nyaman.

Ketiga, persiapkan tempat dan waktu tindakan dengan mendetil. Pastikan privasimu sepenuhnya terjaga di tempat kamu memutuskan untuk melakukan aborsi. Kamu juga perlu menyesuaikan jadwalmu, misal apakah kamu bisa menginap selama dua hari di tempatnya atau tidak. Soal perencanaan waktu yang matang ini akan sangat mempengaruhi beberapa aspek dari proses aborsimu. Yaitu, tentu saja privasi tadi. Bayangkan seandainya kamu tidak bisa keluar rumah sama sekali. Kamu perlu memastikan lagi, kira-kira akan bagaimana reaksi mereka ketika melihat kamu mengalami keguguran? Selain itu ketika kamu perlu buru-buru melakukan aborsi yang ada kamu justru akan merasa lebih tegang, panik dan sulit untuk santai. Prosesnya pun bisa jadi akan berlangsung dengan lebih sulit dibanding ketika kamu bisa melakukan aborsi dengan leluasa. Selain itu, kamu perlu beristirahat pasca tindakan juga bukan?

Yang terakhir, selalu berkomunikasi dengan konselormu dengan jujur. Kadang perempuan mengalami kesulitan dalam konseling sehingga proses konseling tertunda atau molor, padahal kamulah yang menentukan kapan konseling bisa selesai. Ini sangat wajar dan tidak masalah karena situasi setiap orang berbeda. Namun, ketika kamu menceritakan masalahmu pada konselor, misal ketika tidak bisa menemukan klinik yang ramah untuk USG, pasti konselor juga akan berusaha semampu mereka untuk mencarikan referensi terpercaya. Dengan begitu proses konseling juga lebih lancar dan kamu juga tidak perlu khawatir karena usia kehamilan terus bertambah.

Nah, segini dulu Ladies, semoga membantu 😀

Disadur dari Hotline Misoprostol

Dapatkan Update Terbaru

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.

TINGGALKAN KOMENTAR

Komentar di sini!
Ketikkan namamu di sini