Cara Terbaik Menolong Teman Jika Dia Memutuskan Aborsi

0
74
teman aborsi
Sumber: Freepik

Penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Kesehatan Masyarakat Amerika atau American Public Health Association menyebutkan bahwa 1 dari 4 orang perempuan memutuskan untuk melakukan aborsi dan perempuan itu bisa jadi adalah teman, sahabat, kakak, adik, sepupu, atau bahkan ibumu sendiri, atau orang-orang terdekat lainnya. Di Indonesia, meski hingga saat ini belum ada lembaga yang mampu menunjukkan besaran aborsi namun pada tahun 2013, Australian Consortium For In Country Indonesia Studies pernah melakukan penelitian yang menyebutkan bahwa dari 10 kota besar dan 6 kabupaten di Indonesia, ada 43% perempuan yang melakukan aborsi untuk setiap 100 kelahiran hidup.  

Orang-orang terdekat yang kita kenal bisa jadi pernah melakukan aborsi tetapi stigma yang selama ini terlanjur melekat pada aborsi telah membungkam suara mereka. Bisa jadi saat ini seorang teman baru saja berbicara jujur kepadamu bahwa dia pernah melakukan aborsi atau malah sedang mempertimbangkan untuk melakukan aborsi. Mungkin juga, kamu sendiri pernah melakukan aborsi dan kamu tahu rasanya bagaimana jika tidak ada seseorang yang bersedia mendukung keputusanmu.

Jika seseorang terdekatmu telah memutuskan untuk melakukan aborsi, yang bisa kamu lakukan adalah mendukung keputusannya. Aborsi adalah tindakan yang aman dilakukan jika sesuai dengan prosedur. Beberapa negara bahkan telah melegalkan aborsi dan mengakuinya sebagai hak perempuan sepenuhnya. Justru dengan melarangnya, praktek aborsi tidak aman akan semakin meningkat dan pada akhirnya merugikan perempuan. Stigma yang selama ini berkembang terlanjur membuat aborsi dipandang sebagai tindakan yang buruk. Padahal sebaliknya, aborsi justru dapat membantu perempuan.

Mendukung keputusan mereka pada dasarnya juga bukan tentang menunjukkan bagaimana sikap dan pandanganmu mengenai aborsi dan apa yang akan kamu lakukan jika menghadapi situasi yang sama. Bukan saatnya melakukan hal tersebut pada saat-saat seperti itu. Pengetahuan mengenai aborsi belum banyak dibicarakan secara terbuka sehingga kita tidak benar-benar tahu seperti apa rasanya aborsi dan bagaimana sebetulnya aborsi. Yang bisa kamu lakukan untuk mendukung mereka adalah dengan memberikan bantuan praktis yang bermanfaat, di samping itu juga dukungan secara mental yang cukup. Seperti dikutip dari Bustle, berikut adalah hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk benar-benar mendukung mereka sepenuhnya:

  • Simpan Pendapatmu tentang Aborsi
    Aborsi adalah isu yang terus bergulir sepanjang waktu dan jika orang terdekatmu telah memutuskan untuk aborsi maka bukan saatnya untuk berdebat mengenai hal itu. Jangan pernah mempermalukan keputusannya atau menyalahkan tindakannya bahkan jika hal itu bertolak belakang dengan apa yang kamu yakini. Ini mungkin terdengar sulit tapi bukannya tidak mungkin kamu lakukan.
  • Cobalah untuk Tidak Berlagak Paling Tahu
    Percayalah itu justru sama sekali tidak membantu. Kamu mungkin akan menyuruhnya untuk menangis supaya dia merasa lega atau hal-hal semacam itu. Bukan berarti salah menunjukkan rasa empatimu kepadanya tetapi kamu bisa salah dugaan. Hanya dia yang paling tahu apa yang saat itu sedang dia rasakan. Sebaliknya, cobalah untuk menjadi pendengar yang baik dan biarkan dia yang mengungkapkan sendiri perasaan dia sebenarnya. Ingat, biarkan dia sendiri yang mengungkapkan perasaannya. Jika dia tidak ingin menceritakannya, bukan tugasmu untuk memaksanya. Jangan paksa dia untuk memenuhi apa yang menurutmu benar.
  • Berikan Bantuan Praktis
    Kamu bisa mengantarnya jika dia butuh tumpangan, membantunya mengatur jadwal aborsi, atau bahkan mendampinginya selama dia melakukan aborsi. Jika dia masih kekurangan uang, kamu bisa membantunya mencarikan uang. Kamu juga bisa membantunya dengan mencarikan informasi yang tepat mengenai aborsi. Tentu saja dalam hal ini kamu bisa menyarankan askinna.com kepada mereka. Seluruh informasi mengenai aborsi aman ada di sana. Bantuan seperti ini justru adalah yang paling mereka butuhkan. Aborsi adalah tindakan yang melibatkan fisik juga mental sekaligus, dan bantuan semacam ini berdampak besar untuk keduanya.
  • Selalu Perhatikan Bahasamu
    Seperti dikutip dari Everyday Feminism, membicarakan aborsi bisa jadi sangat sensitif bahkan meskipun kamu dalam posisi mendukung keputusannya. Stigma yang sudah terlanjur berkembang menyebabkan kata-kata yang bersinggungan dengan aborsi kemungkinan besar ditangkap secara negatif. Misalnya, mereka yang bersikap anti terhadap aborsi biasanya akan menggunakan kata “bayi” untuk menciptakan rasa bersalah kepada mereka yang memutuskan untuk melakukan aborsi. Sebaliknya, kamu bisa menggunakan kata “fetus” karena inilah kata yang paling tepat untuk digunakan ketika membicarakan aborsi. Kamu juga bisa menggunakan kata-kata yang telah dipilih oleh mereka saat membicarakan kehamilannya, dengan begitu, kamu tidak akan terdengar seperti sedang mengoreksi tetapi justru ikut menggunakan perspektif mereka saat membicarakan aborsi.
  • Jangan Pernah Menceritakannya
    Jika kamu benar-benar peduli dengan mereka, maka jangan pernah menceritakan pengalamannya kecuali kamu telah mendapatkan izin. Ini berarti kamu tidak boleh mengatakannya pada siapa saja termasuk pasanganmu, orang tuamu, teman-temanmu, atau siapapun. Aborsi adalah prosedur medis yang bersifat personal dan melibatkan bermacam-macam perasaan saat melakukannya. Satu-satunya orang yang dapat dilibatkan secara langsung ketika aborsi adalah tenaga medis. Kalau mereka ternyata ikut melibatkan kamu, itu artinya mereka telah menaruh kepercayaan yang sangat besar kepadamu. Jangan buat mereka kecewa dengan memberitahu yang lainnya bahkan jika orang lain itu adalah pasangan mereka sendiri. Perempuan lebih berhak dalam hal ini karena itu berkaitan langsung dengan tubuhnya.
  • Jangan Berasumsi Jika Aborsi Menimbulkan Trauma
    Beberapa perempuan mungkin akan mengalami perubahan mood setelah melakukan aborsi. Aborsi bagi mereka adalah sebuah keputusan yang bisa berakibat emosional. Kamu bisa menyarankan mereka untuk melakukan konseling pasca-aborsi dengan menghubungi layanan Hotline Samsara. Tetapi, ketahui bahwa itu tidak terjadi pada semuanya! Jika ternyata mereka merasa baik-baik saja setelah melakukan aborsi maka tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Tidak ada yang salah pada mereka yang mampu mengatasinya dengan mudah. Teruslah memberikan dukungan dengan mengingatkan mereka untuk menjaga kesehatan.
  • Sayangi Dirimu dan Jaga Dirimu Baik-Baik
    Kamu mungkin telah berhasil menemani masa-masa tersulit dalam hidup orang yang kamu sayangi hingga tanpa disadari energimu juga terkuras. Maka, tidak ada salahnya jika kamu kembali kepada dirimu sendiri setelah semuanya selesai. Saatnya untuk rileks. Kamu telah menunjukkan dukungan yang terbaik.

 

Dapatkan Update Terbaru

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.

TINGGALKAN KOMENTAR

Komentar di sini!
Ketikkan namamu di sini