Siapakah yang Bisa Melakukan Praktik Aborsi Aman?

0
395

Jika kamu mengalami Kehamilan TIdak Direncanakan (KTD) dan ingin melakukan aborsi, usahamu mungkin terhambat karena terbatasnya akses praktisi klinis. Seperti kita ketahui, hukum di banyak negara berkembang tidak memungkinkan dokter untuk melakukan praktik aborsi, meskipun di Indonesia berlaku hukum legal bersyarat jika ingin melakukan aborsi aman.

Selain itu, fakta yang kamu perlu ketahui adalah, aborsi yang aman tidak hanya dapat dilakukan oleh dokter saja. Aborsi dapat dengan aman diberikan oleh perawat, bidan dan penyedia layanan medis tingkat menengah lainnya. Tapi, selain itu, aborsi juga bisa dilakukan dengan mandiri. Kamu mungkin pernah mendengar istilah “aborsi medis” atau aborsi dengan obat-obatan. Aborsi medis dilakukan dengan meminum pil untuk menghentikan kehamilan dengan aman secara mandiri di luar fasilitas layanan kesehatan tentunya dengan pendampingan.

Meski begitu, janganlah terkecoh dengan orang-orang yang mengklaim bisa melakukan aborsi aman. Di Indonesia, masih banyak praktik aborsi yang tidak aman, misalkan jika melakukan aborsi kuret di bawah umur kehamilan 12 minggu. Bacalah sumber-sumber terpercaya agar kamu mengetahui metode dan obat apa yang harus kamu cari.

Siapa yang Memenuhi Syarat?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa praktik dan perawatan aborsi dapat dengan aman dilakukan oleh penyedia layanan kesehatan tingkat menengah yang sudah mendapatkan pengetahuan dan pelatihan untuk praktik aborsi aman. Penyedia tingkat menengah adalah istilah untuk praktisi klinis non-dokter termasuk bidan, perawat, petugas klinis, asisten dokter, pakar Keluarga Berencana (KB), dan yang lain..

Dokter tidak selalu diperlukan untuk praktik aborsi medis, karena teknologi medis semakin berkembang dan memungkinkan orang lain untuk melakukannya dengan aman.

Penyedia layanan kesehatan tingkat menengah yang terlatih dapat memberikan penanganan aborsi medis secara aman dan efektif. Penelitian Ipas pada tahun 2014 menyebutkan bahwa aborsi medis yang disediakan oleh penyedia layanan kesehatan tingkat menengah tidak berbeda jauh dengan layanan yang diberikan oleh dokter. Penelitian itu menyimpulkan: “Keselamatan dan keberhasilan … tidak berbeda secara signifikan.”

Melakukan Aborsi Mandiri

Kamu atau orang terdekatmu dapat meminum pil untuk menghentikan kehamilan dengan aman, di luar kehadiran dan pengawasan ahli kesehatan. Kamu dapat melakukan aborsi medis di rumah, untuk kepentingan privasi, tanpa mengorbankan keselamatanmu sendiri. Di seluruh dunia, sejak beberapa dekade lalu, banyak perempuan telah menggunakan misoprostol untuk menghentikan kehamilannya dengan aman. Mereka menerima informasi tentang aborsi medis dari berbagai sumber termasuk hotline, situs web, saran ahli kesehatan, keluarga atau teman-teman. Melalui sumber tersebut, kamu dapat mencari tahu di mana kamu bisa mendapatkan misoprostol.

Dengan adanya pil untuk aborsi, kita tidak bisa lagi dengan mudah mengkategorikan aborsi sebagai aman atau tidak aman. Kita tidak bisa memandang aborsi sebagai hitam-putih saja. Risiko tetap ada, tetapi merentang seperti spektrum. Risiko paling tinggi, misalnya, ketika layanan aborsi gelap menggunakan metode berbahaya seperti menusukkan benda padat ke rahim. Risiko paling rendah ketika kamu mendapat informasi yang benar, dan kamu melakukan aborsi dengan aman, bahkan tanpa kehadiran ahli kesehatan.

WHO sebagai organisasi kesehatan global juga akan terus mengembangkan keterampilan bagi penyedia aborsi aman. Rekomendasi mereka akan berubah secara berkala untuk mencerminkan bukti terbaru dalam ilmu pengetahuan.

Undang-Undang yang Diskriminatif

Sayangnya, banyak perempuan terhambat karena kendala hukum. Contohnya di Indonesia, kita tidak disediakan aborsi yang aman karena pemerintah membuatnya menjadi legal bersyarat. Kasus ini terjadi di banyak negara berkembang.

Padahal, perempuan berhak untuk memilih untuk melakukan aborsi. Undang-Undang yang diskriminatif itu mengkriminalisasi perempuan yang ingin melakukan aborsi aman tanpa dokter. Padahal, terdapat standar global dari organisasi kesehatan yang valid seperti WHO. Secara medis, harusnya aborsi yang aman dapat dilakukan di mana pun dengan pendamping.

Banyak undang-undang juga masih membatasi pelatihan bagi penyedia aborsi yang aman. Hal ini membuat penyedia aborsi aman yang ada tidak cukup untuk diakses oleh semua perempuan di seluruh penjuru dunia. Jelas sekali undang-undang yang mengatur praktik kesehatan itu merugikan perempuan, terutama kelompok dari populasi miskin dan yang sulit mendapat akses ke dokter.

Sekarang kamu tahu bahwa aborsi yang aman bisa dilakukan. Bila kamu atau orang terdekatmu ingin melakukan aborsi, datanglah ke pakar-pakar yang valid. Pelajarilah standar panduan yang benar, seperti dari WHO. Kamu dan perempuan lain berhak punya pilihan atas tubuhmu sendiri!

Dapatkan Update Terbaru

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.

TINGGALKAN KOMENTAR

Komentar di sini!
Ketikkan namamu di sini