4 Alasan Mengapa Kita Perlu Mulai Bicara soal Aborsi

0
118
bicara aborsi

Satu dari tiga orang perempuan di Inggris pernah melakukan aborsi. Sementara di Australia, satu dari enam orang perempuan, seperti dilaporkan oleh The Conversation, juga pernah melakukan hal yang sama. Di Amerika Serikat, satu dari tiga orang perempuan diperkirakan paling tidak melakukan aborsi sekali sepanjang hidup. Lalu, bagaimana dengan negara kita? Apakah aborsi juga terjadi di Indonesia? Mengapa kita jarang atau malah hampir tidak pernah membicarakan aborsi semudah kita bicara soal menstruasi atau pengalaman perempuan lainnya?

Di Indonesia, aborsi diperbolehkan dengan prasyarat. Tindakan aborsi bersifat legal hanya jika perempuan mengalami kehamilan karena pemerkosaan atau jika kehamilannya membahayakan nyawa perempuan. Meski begitu, kita hampir tidak pernah membicarakan aborsi secara terang-terangan terutama ketika berada di ruang publik. Stigma yang sangat kuat mewarnai persoalan aborsi di Indonesia bahkan meskipun hanya untuk membicarakannya. Padahal, kita perlu mulai bicara soal aborsi baik itu di ruang-ruang publik maupun di ruang privat seperti di rumah. Mengapa? Berikut alasannya seperti dikutip dari Brook.

1. Mencegah Kehamilan yang Tidak Direncanakan (KTD)

Siapa saja bisa mengalaminya: ibu rumah tangga, perempuan muda yang baru menikah, perempuan muda yang belum menikah, remaja, perempuan paruh baya, transgender, dan masih banyak lagi. Meskipun dalam hal ini, seperti dikutip dari Advocates For Youth, anak muda lebih rentan mengalami KTD. Di Amerika Serikat, dari 750 ribu kehamilan yang dialami anak muda, sebanyak 82% terjadi karena tidak direncanakan. Pada kasus seperti ini, negara seharusnya memfasilitasi perempuan agar memperoleh pilihan guna mengatasi KTD yang dialaminya.

Aborsi adalah salah satu dari sekian pilihan yang dapat ditempuh. Jika aborsi dapat diakses secara legal oleh siapapun, dapat membantu mencegah perempuan terjerumus pada praktek aborsi tidak aman yang dapat membahayakan nyawa mereka. Sebaliknya, jika akses terhadap layanan aborsi dibatasi, resiko aborsi tidak aman justru semakin meningkat. Anak-anak muda, perempuan maupun laki-laki perlu mengetahui apa saja pilihan yang mereka punya ketika menghadapi situasi ini.

Mereka berhak atas akses terhadap informasi mengenai kesehatan seksual dan reproduksi yang meliputi pendidikan seks, kontrasepsi, dan tentu saja aborsi. Bagaimanapun juga jika persoalan ini terus dibicarakan, maka kita juga akan mulai bicara tentang sebab mengapa KTD sampai bisa terjadi. Ini meningkatkan kesadaran mereka mengenai seksualitas secara lebih komprehensif.

2. Semua Orang Pada Akhirnya Akan Mendengar Aborsi

Anak muda ataupun orang tua pada akhirnya pernah mendengar aborsi baik itu dari televisi, media sosial, koran, atau bahkan dari buku atau film. Aborsi telah menjadi hal yang diketahui dan dibicarakan oleh hampir semua orang. Tetapi, stigma yang buruk membuat arah pembicaraan mengenai aborsi seringkali berujung pada diskriminasi dan perundungan. Ini belum ditambah dengan mitos-mitos seputar aborsi yang menghantui setiap perempuan. Jika hal-hal semacam ini terus terjadi, maka persoalan aborsi tidak akan pernah bisa terurai. Aborsi adalah bagian dari layanan kesehatan yang seharusnya dapat diakses oleh siapa saja.

Sudah saatnya kita perlu tahu apa itu aborsi dan bahwa layanan aborsi yang aman adalah hak setiap perempuan. Untuk menghapuskan stigma dan mitos seputar aborsi, kita perlu pengetahuan dan ruang yang aman untuk membicarakannya. Tentu saja, kita bisa melakukannya jika kita mulai dari sekarang.

3. Kita Butuh Informasi yang Akurat tentang Aborsi

Ada berapa anak muda yang mendapatkan informasi yang akurat mengenai aborsi? Berapa banyak orang tua yang berhasil mengakses informasi yang akurat mengenai aborsi dan membagikannya kepada anak-anak mereka? Di Indonesia, mayoritas anak-anak muda tidak mendapatkan informasi mengenai hal semacam ini di sekolah.

Sebaliknya, mereka mengakses informasi tersebut dari Internet. Padahal berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Guttmacher Institute menyatakan bahwa dari 177 situs kesehatan seksual yang mungkin diakses oleh anak muda, 46% memuat informasi yang salah kaprah mengenai kontrasepsi dan 35% menyediakan informasi yang tidak akurat mengenai aborsi. Informasi yang keliru ini sangat merugikan dan membahayakan kesehatan perempuan. Kita perlu informasi yang akurat soal aborsi untuk mencegah praktek aborsi tidak aman.  

4. Aborsi Adalah Pilihan Hidup

Tidak ada yang berhak memutuskan pilihan hidup seseorang selain dirinya sendiri. Seseorang berhak memilih aborsi jika memang baginya itu adalah keputusan yang paling baik. Bagaimanapun juga, aborsi yang aman dapat menyelamatkan perempuan (dan pasangannya) dari resiko jangka panjang seperti kondisi ekonomi yang tidak stabil.

Aborsi adalah bagian hidup seseorang dan bahkan telah ada sepanjang sejarah kehidupan manusia. Oleh karenanya, kita tidak dapat membatasi pilihan hidup seseorang. Siapapun yang membutuhkan berhak mendapatkan layanan aborsi. Kita butuh ruang yang aman untuk mengakses informasi yang akurat tentang layanan aborsi. Kita perlu membicarakan aborsi mulai dari sekarang.  

Dapatkan Update Terbaru

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.

TINGGALKAN KOMENTAR

Komentar di sini!
Ketikkan namamu di sini