8 Fakta tentang Aborsi yang Perlu Kamu Ketahui dari Seluruh Dunia

0
199
fakta praktik aborsi

Aborsi adalah salah satu praktik yang bertahan lama sejak zaman kuno hingga sekarang. Ia telah menjadi bagian dari sejarah dan melewati berbagai macam periode panjang dalam sejarah peradaban manusia.

Selama periode panjang ini, aborsi menjadi bagian tak hanya dalam persoalan kesehatan tetapi juga dalam konteks politik, sosial, dan budaya yang berbeda-beda di seluruh dunia. Sebagai contoh: hukum mengenai aborsi berbeda-beda di tiap negara. Ada negara yang mengizinkan aborsi sepanjang hal itu adalah keputusan perempuan, namun ada juga negara yang melarang aborsi secara total bahkan sekalipun kehamilan yang dialami disebabkan karena pemerkosaan. Berbagai macam pendapat lantas bergulir untuk merespon hal ini. Aborsi kemudian menjadi isu yang sangat kontroversial sepanjang sejarah.

Seperti dilansir dari dari Cairn Info, kontroversi mengenai persoalan aborsi pada umumnya berkaitan dengan tuntutan peran perempuan dalam masyarakat. Menurut Kristin Luker di dalam bukunya yang berjudul Abortion and The Politics of Motherhood (1984) menyebutkan bahwa mereka yang menganggap menjadi ibu adalah satu-satunya tugas perempuan di dalam masyarakat cenderung menghakimi pilihan perempuan untuk tidak memiliki anak. Pandangan ini lantas melanggengkan stigma buruk terhadap praktik aborsi hingga membuat persoalan tersebut menjadi tabu meski hanya untuk dibicarakan.

Laporan Badan Kesehatan Dunia atau (WHO) yang dilansir dari World Population Review menyebutkan bahwa dilarang atau tidak, aborsi terjadi sepanjang waktu di setiap negara. Pelarangan praktik aborsi secara total justru hanya akan meningkatkan praktik aborsi tidak aman yang tentu saja bakal merugikan perempuan. Oleh karena itu, untuk memahami lebih jauh, berikut rangkuman delapan fakta tentang aborsi yang perlu kita ketahui dari seluruh dunia seperti dilansir dari Guttmacher Institute:  

  1. Selama kurun waktu 2010-2014 diperkirakan 56 juta aborsi terjadi setiap tahun di seluruh dunia. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun 1990-1994 yang berkisar antara 50 juta aborsi. Penyebabnya karena pertumbuhan populasi.
  2. Jumlah perempuan yang melakukan aborsi dari tahun 2010-2014 menurun jika dibandingkan dengan tahun 1990-1994. Selama periode tahun 2010-2014, tingkat aborsi tahunan global untuk wanita usia reproduksi (15-44 tahun) adalah 35 per 1000 kehamilan. Sementara untuk tahun 1990-1994, estimasinya adalah 40 per 1000 kehamilan.
  3. Selama periode tahun 2010-2014 diperkirakan sebanyak 35 aborsi yang terjadi per 1000 kehamilan dialami oleh perempuan yang sudah menikah dan 26 aborsi yang terjadi per 1000 kehamilan dialami oleh perempuan yang belum menikah.
  4. Perempuan di negara berkembang memiliki kemungkinan lebih tinggi melakukan aborsi dibandingkan dengan perempuan di negara maju. Perkiraannya 36 banding 27 per 1000 kehamilan.
  5. Aborsi secara medis dinyatakan aman ketika metode yang direkomendasikan oleh WHO digunakan oleh orang-orang yang terlatih, kurang aman ketika hanya satu atau dua kriteria yang dipenuhi, paling tidak aman ketika semua kriteria tidak dipenuhi.
  6. Dari 56 juta aborsi yang terjadi setiap tahun selama 2010-2014, diperkirakan 25% (45 juta) dari total tersebut adalah aborsi tidak aman, 55% aborsi aman, 31% kurang aman, dan 14% paling tidak aman.
  7. Aborsi aman cenderung terjadi di wilayah yang secara hukum melegalkan aborsi daripada di wilayah yang secara hukum lebih terbatas. Aborsi juga cenderung lebih aman di negara-negara dengan pendapatan nasional bruto yang lebih tinggi.
  8. Tingginya tingkat kebutuhan kontrasepsi yang tidak terpenuhi membantu menjelaskan tingginya tingkat aborsi di negara-negara dengan hukum aborsi yang ketat.

Hingga saat ini penelitian menyangkut persoalan aborsi masih terus bertambah. Penelitian tersebut meliputi persoalan kesehatan, sosial, dan budaya yang selama ini saling mempengaruhi antara satu dengan yang lain. Fakta-fakta tersebut yang semakin hari semakin bertambah justru memperkuat kesimpulan WHO yang menyatakan bahwa aborsi akan terus terjadi sepanjang waktu, dilarang atau tidak.

Pelarangan aborsi hanya akan menyebabkan praktik aborsi tidak aman semakin meningkat dan pada akhirnya merugikan perempuan. Kita perlu mulai bicara soal aborsi agar kerugian ini bisa ditekan dan secara perlahan berkurang. Bagaimanapun juga, aborsi adalah pilihan hidup seseorang dan tidak ada yang lebih berhak memutuskan pilihan tersebut selain diri mereka sendiri.     

Dapatkan Update Terbaru

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.

TINGGALKAN KOMENTAR

Komentar di sini!
Ketikkan namamu di sini