Categories
Aborsi 101

Fakta Aborsi Yang Perlu Kamu Ketahui

Artikel kali ini akan membahas fakta aborsi yang perlu kamu ketahui. Penting untuk mengetahui fakta-fakta ini supaya kamu tidak mudah percaya dengan mitos diluaran sana.

Kehamilan Tidak Direncanakan

Kehamilan tidak direncanakan masih menjadi salah satu isu yang penting dalam kesehatan masyarakat. Secara global, setiap tahunnya ada 74 juta kehamilan tidak direncanakan pada perempuan yang hidup di negara dengan penghasilan rendah dan menengah. Angka ini berkontribusi pada 25 juta aborsi tidak aman dan 47.000 angka kematian ibu setiap tahunnya.

Kehamilan yang tidak direncanakan sangat umum terjadi, dan banyak orang memutuskan untuk melakukan aborsi aman untuk menghentikan kehamilan. Hanya kamu yang tahu apa yang terbaik untuk dirimu, tetapi informasi dan dukungan yang baik benar-benar dapat membantu  membuat keputusan yang terbaik untuk kesehatan dan kesejahteraan kamu sendiri.

Fakta aborsi yang perlu kamu ketahui

Aborsi

Aborsi merupakan salah satu prosedur kesehatan yang sangat aman. Berdasarakan rekomendasi Badan Kesehatan Dunia, aborsi yang aman dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

  1. Surgical abortion atau aborsi bedah seperti dengan vakum atau kuret. Biasanya dilakukan di klinik oleh dokter atau bidan.
  2. Medical abortion atau aborsi medis dengan menggunakan obat. Biasanya dilakukan dengan bantuan dokter/bidan/perawat atau secara mandiri.

Siapa saja yang melakukan aborsi?

Memutuskan untuk melakukan aborsi bukan berarti kamu tidak menginginkan atau menyukai anak. Faktanya, 6 dari 10 orang yang melakukan aborsi sudah memiliki anak – dan banyak dari mereka memutuskan untuk menghentikan kehamilan agar mereka dapat fokus pada anak-anak yang sudah mereka miliki. Dan orang-orang yang belum menjadi orang tua merasa mereka belum berada dalam posisi yang lebih baik untuk menjadi orang tua yang baik, misalnya karena harus melanjutkan sekolah, karier ataupun pekerjaan. Intinya adalah, memutuskan apakah dan kapan memiliki bayi itu sangat pribadi, dan hanya kamu yang tahu yang terbaik untuk dirimu dan keluarga.

Aborsi tetap dilakukan oleh banyak orang, terlepas apapun status hukum di negara mereka.

Mengakhiri kehamilan merupakan keputusan yang sangat biasa dilakukan oleh jutaan orang setiap harinya di seluruh dunia. Setiap tahunnya, 1 dari 4 kehamilan berakhir dengan aborsi.

Terlepas dari apapun status hukumnya, banyak orang tetap membutuhkan akses pada layanan aborsi yang aman. Menurut Guttmacher Institute, estimasi angka aborsi adalah 37 per 1.000 orang di negara-negara yang melarang aborsi. Di negara yang membolehkan aborsi, angkanya adalah 34 per 1.000 orang — artinya tidak ada perbedaan yang signifikan di negara yang melarang atau melegalkan aborsi.

Mengkriminalisasi aborsi tidak menghentikan atau menurunkan angka aborsi, justru membuat aborsi menjadi tidak aman.

Menghalangi perempuan untuk mengakses layanan aborsi terbukti tidak ada hubungannya dengan angka aborsi. Kriminalisasi justru memaksa perempuan yang membutuhkannya mencari akses aborsi yang tidak aman. Karena aborsi aman tidak tersedia, mereka akhirnya mencari cara-cara aborsi yang beresiko. Ini juga menjadi sasaran bisnis bagi mereka yang mencari keuntungan dari situasi perempuan yang mengalami kehamilan tidak direncanakan.

Banyak perempuan yang melaporkan tertipu oleh penjual obat – baik obat tidak pernah dikirim atau obat sama sekali tidak bereaksi. Saat mereka mengakses klinik aborsi, mereka harus membayar dengan harga yang sangat mahal. Belum lagi, metode-metode aborsi tidak aman seperti dipijat, diurut atau dengan memasukan akar tanaman.

Badan Keseharan Dunia memperkirakan 25 juta aborsi tidak aman terjadi setiap tahunnya dan sebagian besar terjadi di negara berkembang.

Bagaimana perasaan setelah melakukan aborsi?

Melakukan aborsi tidak membuat kamu menjadi orang yang jahat. Tidak ada alasan bagi kamu untuk merasa malu dan, terlepas dari apa yang mungkin kamu pikirkan, kamu tidak sendirian dalam hal ini. Sangatlah normal untuk memiliki banyak perasaan berbeda setelah aborsi, dan tidak ada satupun bentuk perasaan yang (paling) mewakili setelah aborsi. Kebanyakan perempuan merasa lega dan tidak menyesali keputusan mereka. Namun, sebagian lagi mungkin merasakan kesedihan, rasa bersalah, atau penyesalan setelah aborsi. Bentuk perasaan tersebut hampir sama saat melahirkan bayi. Banyak perempuan memiliki semua perasaan ini pada waktu yang berbeda.

Masalah emosional jangka panjang yang serius setelah aborsi jarang terjadi. Tetapi, tiap orang berbeda dan mempunyai caranya sendiri untuk mengatasi masalah emosional setelah aborsi. Kebanyakan perempuan merasa lebih baik jika mereka memiliki seseorang yang mendukung untuk diajak berbicara setelah aborsi.

Namun, jika kamu merasa belum mendapatkan dukungan dari teman atau saudara, kamu bisa berbicara dengan konselor yang tidak akan menghakimi mu. Mereka akan memberikanmu dukungan emosional yang rahasia setelah aborsi. Kamu tidak sendirian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.