Categories
Aborsi 101

Keguguran di awal kehamilan

Tahukah kamu bahwa keguguran adalah hal yang sangat wajar, terutama di masa awal kehamilan? Tahukah kamu bahwa banyak perempuan yang mengalami keguguran tanpa mereka sadari?

Keguguran di awal kehamilan

Tahukah kamu bahwa keguguran adalah hal yang sangat wajar, terutama di masa awal kehamilan?

Tahukan kamu bahwa banyak perempuan yang mengalami keguguran tanpa mereka sadari?

Apa itu keguguran?

Keguguran adalah hilangnya atau berhentinya kehamilan sebelum kehamilan berusia 20 minggu. Keguguran  merupakan hal yang  sangat biasa terjadi. biasanya terjadi di trimester pertama atau usia kehamilan sebelum 12 minggu. Diperkirakan 1 dari 3 kehamilan yang terdeteksi mengalami keguguran. Berdasarkan statistik 10% dari kehamilan mengalami keguguran. Angka ini bisa jadi lebih tinggi karena pada kehamilan yang sangat awal, seringkali keguguran terjadi bahkan sebelum perempuan tahu bahwa dirinya hamil.

Tanda-tanda keguguran

  • kram dibagian perut bawah atau pinggang bawah
  • mual
  • muntah
  • diare
  • mengeluarkan cairan dan gumpalan darah

Banyak perempuan yang tidak menyadari tengah mengalami keguguran, dan biasanya ditandai dengan telat haid. Biasanya disertai dengan kram yang lebih parah dan keluarnya gumpalan yang lebih banyak.

Kenapa bisa keguguran?

Keguguran ini bisa terjadi karena banyak hal, dan tidak selalu berhubungan dengan kesuburan seorang perempuan. Seringkali keguguran juga merupakan proses tubuh yang alami.

Beberapa alasan lainnya bisa disebabkan oleh infeksi, rahim atau mulut rahim yang abnormal, toksin, penyakit tiroid atau penyakit autoimun.

Perempuan yang lebih tua biasanya beresiko lebih besar mengalami keguguran. Trauma fisik yang serius juga bisa mengakibatkan keguguran. Namun dalam banyak kasus, seringkali alasan spesifik keguguran sulit untuk di identifikasi.

Stigma terkait keguguran

Keguguran menjadi topik yang menarik untuk dibahas karena seringkali membuat perempuan merasa sedih dan kecewa. Stigma dan pandangan negatif tentang keguguran biasanya ditujukan pada perempuan. Karena perempuan kurang suburlah, tidak menjaga diri selama kehamilan, dll. Pada kenyataannya, keguguran di awal kehamilan merupakan proses yang alami jika tubuh mendeteksi bahwa hasil pembuahan tidak cukup kuat untuk terus berkembang ke proses selanjutnya. Alasannya bisa banyak, salah satunya karena sperma tidak cukup kuat untuk bisa membuahi, atau bisa membuahi tapi zygote tidak dapat berkembang.

Itu sebabnya pada pasangan yang menginginkan kehamilan, pemeriksaan tidak hanya dilakukan untuk perempuan saja, kualitas sperma juga menjadi salah satu komponen yang sangat penting dalam memastikan terjadinya pembuahan. Ingat, dalam proses pembuahan ini hanya dibutuhkan satu sel telur dari dua ovarium, namun dibutuhkan paling tidak satu sel sperma yang kuat dari 2 juta sperma yang keluar di waktu yang bersamaan.

Bagaimana membedakan telat datang bulan dan keguguran?

Kalau kamu telat datang bulannya sekitar beberapa hari sampai dua minggu dari yang seharusnya, akan sulit untuk membedakan apakah perdarahan yang keluar ini merupakan menstruasi yang terlambat atau karena keguguran. Karena keguguran di periode ini biasanya tidak disertai dengan keluarnya darah yang lebih banyak atau lebih lama.

Dalam kondisi seperti ini, perempuan tidak membutuhkan perawatan atau penanganan. Ini karena keguguran di masa awal kehamilan mirip dengan menstruasi, itu juga sebabnya banyak perempuan tidak menyadarinya karena banyak dari mereka masih tetap bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.

Jika kamu telat mens lebih dari dua minggu, lalu tiba-tiba menstruasi disertai dengan nyeri/kram yang lebih dari biasanya, keluar gumpalan-gumpalan, dan durasi menstruasinya lebih lama, bisa jadi kamu mengalami keguguran dan kehamilanmu sudah atau lebih dari 6 minggu.

Jika kamu termasuk perempuan yang menginginkan kehamilan dan menyadari hal ini, jangan biarkan kamu terjebak dengan rasa bersalah dan kecewa. Karena keguguran ini adalah keguguran yang positif.  Ini adalah seleksi alami tubuh, biasanya jika proses seleksi ini tidak berjalan, akan muncul permasalahan pada perkembangan kehamilannya nanti. Tentunya jika kamu menginginkan kehamilan dan menjadi seorang ibu, kamu ingin bayimu sehat.

Jika kamu merencanakan memiliki keluarga, kamu mungkin ingin mempertimbangkan untuk melakukan konsultasi bersama pasanganmu dengan dokter. Pastikan pasanganmu juga paham, bahwa ini bukan tanggung jawabmu saja, ini perlu dilakukan bersama-sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.