Categories
Aborsi 101

Komplikasi dan infeksi setelah aborsi

Apakah kamu panik setelah aborsimu selesai? Biasanya kepanikan ini berhubungan dengan kekhawatiran terjadinya komplikasi dan infeksi setelah aborsi. Panik setelah aborsi wajar terjadi karena kurangnya informasi yang akurat. Padahal aborsi merupakan salah satu intervensi kesehatan yang aman bagi kesehatan perempuan.

Apa saja tanda-tanda komplikasi setelah aborsi?

  • Jika terjadi pendarahan berat hingga lebih dari 2-3 jam dan menggunakan lebih dari 2 pembalut per jam selama dua jam berturut-turut (atau darah mengalir deras seperti air keran yang terbuka).
  • Jika mengalami pusing atau badan terasa ringan adalah tanda-tanda kehilangan banyak darah sehingga dapat membahayakan kesehatan, namun kasus ini jarang ditemukan (kurang dari 1%).
  • Jika nyeri berat terus berlangsung dalam beberapa hari setelah meminum misoprostol.
  • Jika mengalami demam lebih dari 38 derajat celcius selama lebih dari 24 jam, atau jika demam lebih dari 39 derajat celcius selama lebih dari 24 jam.

Apa yang harus saya lakukan jika mengalami tanda-tanda komplikasi?

Segera pergi ke RS untuk mendapatkan penanganan. Tidak perlu mengatakan pada petugas medis mengenai tindakan aborsi, katakan bahwa anda mengalami keguguran spontan. Tidak ada tes yang bisa membuktikan seseorang telah melakukan tindakan aborsi.Bagaimana mengetahui terjadinya infeksi?

Saat demam anda lebih dari 38 derajat celcius lebih dari 24 jam atau demam lebih dari 39 derajat celcius, atau bila terjadi keputihan yang tidak biasa (berbau menyengat, terlihat berbeda) anda harus segera pergi ke dokter. Itu merupakan gejala-gejala terjadinya infeksi. Infeksi seperti ini dapat diobati dengan antibiotik seperti doxycyline.

Bagaimana cara mencegah terjadinya infeksi?

Infeksi di saluran rahim dan tuba adalah komplikasi yang paling umum setelah aborsi. Infeksi biasanya ditandai dengan adanya keputihan yang berbau menyengat. Untuk mencegah terjadinya infeksi, hindari hal-hal berikut :

  • Jangan memasukkan apa pun ke dalam vagina Anda selama dua minggu.
  • Jangan berhubungan seks minimal 5 hari pertama.
  • Jangan gunakan tampon atau douche untuk dua minggu.
  • Jangan menggunakan parfum, gelembung atau minyak dalam air mandi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.