Jangan lakukan aborsi dengan cytotec bila kamu…

Aborsi dengan cytotec

Aborsi aman dengan Misoprostol seperti cytotec, gastrul, misotab, noprostol, dll, bisa jadi pilihan jika kamu mengalami kehamilan tidak direncanakan dan memutuskan untuk tidak melanjutkan kehamilan. Selain aman, berbeda dengan metode aborsi surgical, aborsi dengan obat juga bisa dilakukan sendiri.

Sebelum kamu memutuskan aborsi dengan obat, penting untuk kamu mengetahui apa saja kontraindikasi aborsi medis. Yang dimaksud dengan kontraindikasi adalah situasi tertentu dimana obat atau prosedur terapi tidak boleh dilakukan karena dapat berbahaya bagi orang tersebut, atau tidak memiliki efek dan reaksi yang diharapkan.

Berikut ini adalah kontraindikasi aborsi medis. Jika kamu memiliki riwayat berikut ini, maka kamu tidak disarankan melakukan aborsi dengan obat. Pilihanmu adalah surgical abortion atau aborsi bedah.

Keraguan perempuan

Aborsi secara umum bisa menjadi bahaya bagi kesehatan mental jika perempuan tidak yakin akan keputusannya atau berada dibawah paksaan.

Hamil ektopik

Jika kehamilanmu adalah kehamilan ektopik, atau kehamilan diluar kandungan. Maka Misoprostol tidak punya efek untuk menggugurkan kandunganmu. Ingat bahwa Misoprostol bekerja dengan mengakibatkan kontraksi di rahim. Jika kehamilan berada diluar rahim, maka tidak akan efektif. Jika kamu mengalami kehamilan ektopik, kamu dapat mengakses layanan aborsi secara legal, karena kehamilan ektopik dapat membahayakan dan mengancam keselamatan perempuan.

Gagal Ginjal

Mife adalah antiglucocorticoid yang dapat menurunkan kinerja terapi pengganti kortisol;. Misoprostol akan meningkatkan sekresi air dan sodium dalam tubuh sehingga memperberat kinerja ginjal. Karena itu, mereka yang memiliki riwayat gagal ginjal sebaiknya memilih metode aborsi surgical. Walaupun kamu tidak memiliki kondisi medis ini tapi efek samping Misoprostol tetap dapat membebani ginjal.

Porfiria turunan

Porfiria adalah istilah untuk sekelompok penyakit yang terjadi akibat akumulasi dari bahan kimia natural yang memproduksi porfirin di dalam tubuh manusia. Porfirin adalah zat esensial di dalam tubuh manusia yang bertindak dalam mengatur fungsi dari hemoglobin. Porfiria akut memberikan dampak pada sistem saraf, sedangkan porfiria kutaneus memengaruhi kulit. Mife dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan Porfiria

Alergi terhadap mifepristone dan misoprostol

Meskipun alergi masuk dalam kontraindikasi, seringkali perempuan tidak tahu apakah ia memiliki alergi atau tidak. Alergi ini sangat jarang terjadi. Dalam sebuah riset yang dilakukan pada 80.000 perempuan yang melakukan aborsi medis, 6 perempuan atau 0.008% mengalami reaksi alergi yang ringan. Ditandai dengan gatal-gatal di kulit. Semua perempuan ini mengkonsumsi antihistamin oral dan melanjutkan melakukan aborsi dengan obat tanpa ada masalah serius.

Kondisi lain yang harus diperhatikan!

Menggunakan IUD

Jika kamu menggunakan IUD, kamu harus mengeluarkan IUD terlebih dahulu sebelum kamu melakukan aborsi medis. Menggunakan misoprostol pada saat IUD masih terpasang dapat mengakibatkan perdarahan hebat akibat kontraksi rahim.

Gangguan jantung

Walaupun kaitannya belum diketahui dengan jelas, namun penggunaan misoprostol seperti cytotec atau merek lainnya—terutama secara vaginal—telah terbukti memiliki konsekuensi serius pada perempuan dengan gangguan jantung. Efek samping yang bisa ditimbulkan misoprostol terhadap mereka yang memiliki gangguan jantung mencakup debaran jantung yang tidak beraturan bahkan serangan jantung dan infark miokardial atau kematian otot jantung. Berhentinya aktivitas otot jantung dapat mengakibatkan kematian. Jika kamu memang memiliki gangguan jantung atau memiliki tanda-tanda sakit jantung, sebaiknya hindari metode aborsi aman yang satu ini.

Gangguan Perdarahan

Gangguan perdarahan sebenarnya cukup umum ditemui pada perempuan. Gejala-gejalanya adalah rentang waktu datang bulan yang terlalu panjang, lebam yang muncul tiba-tiba pada kaki dan tangan saat kelelahan, juga luka yang sulit atau membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering.

Terapi Kostikosteroid

Efektifitas aborsi medis pada perempuan yang sedang dalam terapi kostikosteroid dapat berkurang dan mungkin berlangsung lebih lama 3 – 4 hari sejak mengkonsumsi Mife.

Terapi antikoagulan & Anemia parah

Pastikan anemia diobati dengan mengkonsumsi zat besi dan vitamin B12 dan asam folat.

Asthma yang tidak terkontrol

Pastikan asthma diobati terlebih dahulu dan dalam kondisi fit saat melakukan aborsi medis.