Aborsi medis? Baca selengkapnya di sini!

aborsi medis

Jika kamu sudah memutuskan untuk tidak melanjutkan kehamilanmu, aborsi medis atau aborsi dengan obat adalah salah satu piilihan yang bisa kamu pertimbangkan.

Obat aborsi adalah obat yang bisa kamu gunakan untuk menghentikan kehamilan atau menggugurkan kandungan. Berdasarkan rekomendasi WHO, metode aborsi medis bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, dengan menggunakan kombinasi obat Mifepristone dan Misoprostol. Kedua, dengan menggunakan Misoprostol saja.

Kamu bisa memilih salah satu metode tersebut. Jika kamu tinggal di negara yang tidak memiliki Mifepristone, maka Misoprostol saja sudah cukup untuk menggugurkan kandungan.

Mifepristone dikembangkan sebagai obat untuk aborsi, dan itu sebabnya obat ini tidak mudah ditemukan di Indonesia karena memang tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Berbeda dengan Misoprostol yang terdaftar di Indonesia sebagai obat untuk obat tukak lambung. Ya, meskipun di daftarkan sebagai obat tukak lambung, namun pada kenyataannya Misoprostol punya banyak fungsi. Tidak hanya untuk aborsi, Misoprostol juga berfungsi untuk membantu menginduksi proses melahirkan, mencegah dan menangani perdarahan pasca melahirkan, dll. Karena fungsinya yang beragam inilah, Badan Kesehatan Dunia atau WHO memasukan Misoprostol dalam daftar obat penting atau list of  essential medicine.

Merk paten misoprostol yang pertama adalah Cytotec. Seringkali banyak orang tertukar antara Misoprostol dan Cytotec. Misoprostol adalah zat nya, sedangkan Cytotec adalah merknya. Saat ini banyak merk Misoprostol generik di pasaran, diantaranya gastrul, misotab, misoprost, invitec, prosomed, dll.  Harga Cytotec biasanya jauh lebih mahal daripada generik karena merk patennya. Namun secara kualitas, tidak ada perbedaan yang mendasar. Badan Kesehatan Dunia tidak merekomendasikan merk obat tertentu.

Bagaimana cara kerja Mifepristone? 

Mifepristone adalah anti-progestin yang dapat mengikat reseptor progesteron. Mifepristone bekerja dengan memblokir aksi progesteron sehingga mengganggu perkembangan kehamilan dan terhenti. Beberapa perempuan melaporkan muncul efek samping ringan seperti ;merasa lelah, mual, dan sakit kepala. 

Bagaimana cara kerja misoprostol? 

Misoprostol merupakan analog prostaglandin sintetis yang bekerja dengan membuat rahim berkontraksi dan melunakan mulut rahim. Akibatnya, rahim mengeluarkan hasil konsepsi. Secara umum, Misoprostol akan efektif dalam jangka waktu 4 jam sampai 12 jam. Misoprostol dapat mengakibatkan reaksi alergi, biasanya berupa gatal-gatal, kebas atau iritasi kulit di bagian tertentu. Beberapa perempuan mungkin baru mengalami pendarahan 12 jam setelah dosis pertama, tetapi kasus ini sangat jarang.

Berapa persen tingkat keberhasilan aborsi medis?

Tidak ada prosedur medis yang memiliki efektifitas hingga 100%, selalau ada kemungkinan gagal atau tidak efektif.

Jika dilakukan sesuai dengan dosis dan protokol yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia, kombinasi Mifepristone dan Misoprostol memiliki efektifitas hingga 95% dan Misoprostol saja efektif hingga 85%. Tingkat keberhasilan ini bisa turun bila kamu tidak meminumnya dengan cara yang benar, misalnya saja kamu meminum dosis yang salah. Kamu harus memastikan menggunakan dosis yang sesuai dengan usia kehamilanmu.

Siapa yang Bisa Melakukannya?

Ini juga salah satu kelebihan aborsi medis dibanding surgikal: Perempuan yang sedang mengalami kehamilan tidak direncanakan bisa melakukannya. Memangnya tidak perlu pelatihan khusus? Sama sekali tidak. Asalkan kamu sudah paham jumlah obat yang digunakan, cara pemakaiannya, reaksi yang diharapkan dan apa yang perlu kamu lakukan ketika terjadi situasi darurat.

Kapan Perempuan Bisa Melakukannya?

Dalam Panduan Badan Kesehatan Dunia ‘Medical Management of Abortion’ di tahun 2018. telah dikeluarkan rekomendasi terbaru untuk aborsi medis dibawah 12 minggu (trimester pertama) dan diatas 12 minggu (trimester kedua)

Perlu diketahui bahwa aborsi medis di usia kehamilan dibawah 6 minggu memiliki resiko kegagalan yang cukup tinggi. Sebelum usia kehamilan mencapai 6 minggu kantung kehamilan belum terbentuk dan belum menempel pada dinding rahim. Sedangkan, misoprostol bekerja dengan mengkontraksi dan meluruhkan dinding rahim. Jika kantung kehamilan belum menempel di dinding rahim, maka misoprostol menjadi tidak efektif. Kamu mungkin masih tetap mengalami reaksi dan efek samping misoprostol, termasuk perdarahan seperti menstruasi, namun ada kemungkinan kantung kehamilan tidak keluar dan baru menempel di dinding rahim beberapa waktu kemudian. Artinya, kehamilan dapat berlanjut.

Di mana Perempuan Bisa Mendapatkan misoprostol?

Kamu bisa mendapatkan misoprostol melalui toko online. Ada banyak penjual online yang menjual misoprostol. Saat membeli, kamu tidak perlu mendapatkan paket dengan obat-obat tambahan, misalnya seperti obat pembersih, vitamin dll. Kamu hanya butuh misoprostol saja, tidak perlu obat pembersih tambahan.

Kamu juga bisa mengakses misoprostol melalui Women Help Women, Women on Web. Jika kamu bingung memilih dan khawatir akan penipuan, kamu bisa mengakses melalui Mamamiso – online abortion pills directories untuk mendapatkan daftar penjual terpercaya. Atau bisa langsung melalui Supermiso.

Lebih lengkap terkait aborsi medis bisa ditemukan di Pertanyaan Populer.