Apa yang terjadi saat panik?

apa yang terjadi saat panik

Apa yang terjadi saat panik? Saat mengalami serangan panik, kamu merasa jantungmu berdebar cepat dan keras, sakit di bagian dada — kamu pikir, apakah ini serangan jantung? Kamu juga mungkin merasa mual dan pusing. Penglihatan disekitarmu bisa tampak buram, dan kamu merasa seperti terpisah dari tubuhmu sendiri, kamu merasa tidak memiliki kendali atas tubuhmu. Apakah aku gila? Apakah aku sekarat? 

Apa yang sebenarnya terjadi?

Saat kamu mengalami serangan panik, proses fisik dan kognitif saling berperan dan berkontribusi satu sama lain, membangun sebuah lingkaran ketakutan yang mengganas.

Penyebabnya beragam dan kompleks, melibatkan berbagai lapisan psikis dan fisik kita. Hal-hal seperti stress yang meningkat, kurang tidur, konsumsi nikotin, alkohol atau obat-obatan dapat berkontribusi terhadap terjadinya serangan panik.

Sensasi fisik seperti jantung yang berdetak kencang juga dapat memicu kecemasan dan rasa tidak nyaman. Tubuh kemudian merespons dengan menghasilkan lebih banyak energi yang kemudian menyebabkan jantung berdetak lebih cepat lagi.  Pikiran kita menafsirkan perubahan fisik sebagai “bahaya”, yang menyebabkan jantung berdetak lebih cepat lagi — terus menerus seperti ini. Siklus ini mencapai puncaknya di titik ini.

Ini akan berlalu.

Ketika kita mengalami serangan panik, biasanya akan memuncak pada menit kesepuluh dan mulai berkurang dengan sendirinya. Meskipun terasa tidak nyaman dan menakutkan, namun serangan panik pada dasarnya tidak berbahaya karena tubuh kita tahu bagaimana menghentikan reaksi ekstrem ini dengan sendirinya.

Apa yang harus saya lakukan jika mengalami serangan panik?

Saat kamu mengalami serangan panik, terima gejala-gejala fisik dan kecemasan yang kamu rasakan. Kamu bisa coba bicara dengan dirimu sendiri — misalnya bilang, okay tidak apa-apa, saya mengalami panik, ini akan berlalu. Atau apapun kalimat yang menurutmu bisa membantumu menenangkan dirimu sendiri. Dengan begitu, kamu tidak menambahkan rasa takut pada tubuhmu sehingga tubuhmu tidak bereaksi pada rasa takut tersebut. Dengan kata lain, jika kamu melawan perasaan dan sensasi yang kamu alami, kamu hanya akan memperburuknya.  

Cobalah untuk mengambil napas dalam-dalam dan ingat bahwa ini akan berlalu. Kamu akan baik-baik saja setelah ini. Pusatkan pikiran pada pernapasanmu. Tarik napas ke dalam perutmu, dan perlahan-lahan keluarkan napas. Ulangi sampai kamu merasa lebih baik.

Apakah ini normal?

Satu dari sepuluh orang mengalami setidaknya satu serangan panik dalam hidup mereka. Dari jumlah tersebut, hanya sedikit yang kemudian mengalami gangguan kecemasan berat.  Jika kamu baru satu kali mengalami serangan panik, tidak apa-apa, itu normal. Namun jika kamu pernah mengalaminya berulang kali dan kamu juga merasakan ada perubahan dengan kesehatan mentalmu. Mungkin ini saatnya kamu mengkonsultasikan hal ini ke dokter atau psikolog.

Jika kamu didiagnosa dengan gangguan kecemasan sebelumnya, kamu mungkin akan memiliki kekhawatiran terus-menerus akan mengalami serangan panik lainnya. Biasanya pada mereka yang sudah didiagnosa dengan gangguan kecemasan, mereka sudah tahu situasi apa yang mungkin dapat menyebabkan serangan panik, dan cenderung akan menghindari situasi tersebut supaya tidak mengalami serangan panik. Pada gangguan kecemasan berat, biasanya dokter akan merekomendasikan terapi obat untuk mengatasi kecemasan tersebut, termasuk obat untuk mengatasi serangan panik yang berulang.

Penulis memiliki gangguan kecemasan dan mendapatkan insight dan bantuan melalui MoodPath app.