Kapan bisa berhubungan seks lagi setelah keguguran atau aborsi?

Hal yang paling penting adalah kesiapan Kamu. Lakukan hubungan seks, hanya dan jika Kamu mau dan siap secara fisik dan psikis, tidak untuk kepuasan pasangan. Sebagian perempuan membutuhkan waktu lama untuk bisa berhubungan seks lagi, dan pasanganmu harus menghargai itu. Jika pasanganmu memaksa, artinya dia tidak peduli dengan kondisimu dan hanya mementingkan nafsunya. Sebagian perempuan juga merasa nyaman melakukan hubungan seks beberapa hari setelah aborsi, karena itu membantu mereka rileks dan merasakan intimasi dengan pasangannya. Yang tahu apa yang paling tepat buatmu, hanya kamu. Prioritaskan dirimu, dan Kamu tahu kapan saat yang tepat untuk mulai melakukan hubungan seks.

Saran terbaik untuk berhubungan seks vaginal adalah menunggu hingga 4 – 7 hari. Setelah proses aborsi, mulut rahim sedikit terbuka dan ada risiko infeksi yang lebih besar jika Kamu melakukan hubungan seksual dalam masa ini. Rentang waktu Kamu mengalami pendarahan ringan setelah aborsi medis adalah dua minggu atau kadang lebih lama dari saat proses aborsi. Kamu dapat melakukan hubungan seks vaginal walaupun masih berdarah, tetapi lebih baik jika Kamu menunggu hingga pendarahan berhenti. 

Saat kamu mulai berhubungan seksual lagi, pastikan kamu menggunakan kondom untuk mengurangi terjadinya resiko infeksi, termasuk untuk menghindari kehamilan berulang. Ingat bahwa setelah aborsi kamu bisa langsung memasuki masa subur. Tubuhmu sudah mulai berovulasi pada minggu pertama atau kedua setelah aborsi, yang berarti kamu bisa langsung hamil. Kalau kamu belum siap untuk hamil lagi dalam jangka waktu yang panjang, sebaiknya kamu menggunakan kontrasepsi. Ada banyak metode yang bisa kamu pilih sesuai dengan kondisi tubuh dan kenyamananmu.

Pasanganmu hanya punya satu pilihan : Menghargai dan menerima pilihanmu. Komunikasi dan rasa saling mengerti adalah dua hal utama yang akan membuat hubunganmu dengan pasangan lebih langgeng lagi.

Untuk mengetahui lebih pasti, silahkan cek dan pelajari beberapa rekomendasi WHO terkait aborsi medis berikut ini:

Medical management of abortion. 2018

Expanding health worker roles for safe abortion in the first trimester of pregnancy. 2016

Clinical practice handbook for safe abortion. 2014

Safe abortion: technical and policy guidance for health systems. 2nd Ed. 2012