Berdasarkan rekomendasi dan panduan Badan Kesehatan Dunia atau WHO, Aborsi aman bisa dilakukan dengan dua metode, yaitu surgical dan medical. 

Yang dimaksud dengan metode surgical adalah metode dengan teknik bedah, biasanya dengan menggunakan Manual Vacuum Aspiration (MVA) atau Dilatation & Curettage (D&C). Dalam panduan terbarunya, WHO merekomendasikan MVA untuk usia kehamilan hingga 12 minggu, dan D&C hanya disarankan untuk kehamilan diatas 12 minggu. Salah satu alasannya adalah karena MVA lebih murah dan memiliki resiko infeksi yang lebih kecil.

Yang dimaksud dengan Medical Abortion (MA) atau aborsi medis adalah metode dengan obat-obatan. Obat yang biasanya digunakan, dan direkomendasikan oleh WHO adalah (a) kombinasi Mifepristone dan Misoprostol, atau (b) Misoprostol saja.

Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Proses surgical atau bedah berlangsung  lebih cepat. Berhasil atau tidaknya bisa langsung diketahui setelah tindakan berlangsung. Namun prosedur ini akan lebih mahal dan tidak semua klinik bersedia menyediakan layanan ini, kecuali untuk kasus tertentu dimana tindakan aborsi tersebut diperbolehkan oleh hukum, yaitu (1) Kehamilan tersebut dapat mengakibatkan resiko kesehatan hingga kematian bagi si ibu atau janin yang dikandungnya, atau (2) Kehamilan tersebut merupakan akibat dari perkosaan.

Proses aborsi medis memerlukan waktu yang lebih lama. Dibutuhkan paling tidak 1×24 jam setelah mengkonsumsi misoprostol untuk mengetahui apakah aborsi berhasil atau tidak. Proses ini  memerlukan ketelatenan. Kelebihan dari MA adalah biaya yang lebih murah, perempuan memiliki kontrol sendiri pada proses tersebut, dan bisa dilakukan di rumah sehingga privasi terjaga.

Untuk mengetahui lebih pasti, silahkan cek dan pelajari beberapa rekomendasi WHO terkait aborsi medis berikut ini:

Medical management of abortion. 2018

Expanding health worker roles for safe abortion in the first trimester of pregnancy. 2016

Clinical practice handbook for safe abortion. 2014

Safe abortion: technical and policy guidance for health systems. 2nd Ed. 2012