Perempuan dan Kekerasan

2019-11-09T14:11:10+00:00February 10th, 2016|HerStory|

Pertama kali saya mengalami pelecehan seksual di usia anak-kanak. Enam tahun. Belum lama saya mengenakan seragam merah putih, ketika sepupu laki-laki yang cukup dekat dengan saya—saya menganggapnya sebagai kakak karena saya anak sulung—merogoh dan memainkan alat kelamin saya ketika kami sedang bermain di kebun.

Diary of Lost

2019-11-09T14:09:08+00:00November 3rd, 2014|HerStory|

Hanya butuh waktu 9 bulan sejak aborsi sampai akhirnya kami memutuskan untuk berpisah. Pada saat itu aku merasa mungkin inilah keputusan terbaik bagi kami, terutama bagi bram. Setelah melalui proses yang cukup bertele-tele akhirnya aku menyetujui kemauan bram untuk putus. Pada saat memutuskan untuk berpisah bram berjanji akan membantuku meyelesaikan utang uang yang kami pakai untuk prosedur aborsi.

Diary of Loss

2019-11-11T17:32:13+00:00October 31st, 2014|HerStory|

Suatu pagi hari di pertengahan bulan desember 2003, Bram menunggu di kamar dengan was-was ketika aku melakukan test kehamilan dengan test-pack. Cemas dan gelisah, itulah yang aku rasakan ketika mulai mengambil urin dan melakukan test. Setelah menunggu beberapa saat ternyata hanya satu garis yang muncul. Dengan gembira aku memberikannya pada Bram,

Informasi di dalam website ini tidak bersifat menganjurkan atau berupa saran dan diagnosa medis. Informasi ini disediakan sebagai upaya pemenuhan hak atas informasi dan hak atas kesehatan. Pastikan kamu paham kebijakan privasi, syarat dan penggunaan website ini.