Pertanyaan populer

Halaman ini berisi pertanyaan-pertanyaan paling populer terkait aborsi medis atau aborsi aman dengan obat. Kamu bisa menggunakan halaman ini untuk mendapatkan gambaran tentang aborsi medis dan seperti apa prosesnya. Jika kamu membutuhkan informasi lebih detail, kamu bisa baca selengkapnya di setiap link yang tersedia.

Apa itu aborsi medis? apakah aborsi medis itu aman? Apa saja hal-hal yang perlu saya ketahui sebelum memutuskan untuk aborsi medis?

Meskipun alergi masuk dalam kontraindikasi, seringkali perempuan tidak tahu apakah ia memiliki alergi atau tidak. Jika kamu memiliki alergi terhadap misoprostol, reaksi yang mungkin muncul adalah gatal atau kebas di bagian wajah atau tangan. Reaksi alergi tidak akan bertahan lama dan biasanya masih bisa ditoleransi. Reaksi alergi akan berkurang dan hilang bersamaan dengan berkurangnya kadar misoprostol dalam tubuh. 

Alergi ini sangat jarang terjadi. Dalam sebuah riset yang dilakukan pada 80.000 perempuan yang melakukan aborsi medis, 6 perempuan atau 0.008% mengalami reaksi alergi yang ringan.Semua perempuan ini mengkonsumsi antihistamin oral dan melanjutkan melakukan aborsi dengan obat tanpa ada masalah serius.

 

Peringatan: Jika kamu memiliki salah satu dari kondisi spesifik ini, aborsi medis memiliki efektifitas yang lebih rendah. Risiko, manfaat, dan alternatif aborsi medis harus dipertimbangkan. Jika kamu memiliki kondisi ini mungkin kamu akan memerlukan penilaian klinis dan monitoring selama melakukan aborsi medis. Pastikan juga kamu sudah memiliki rencana rujukan ke fasilitas kesehatan jika dibutuhkan.

  • Menggunakan IUD — pastikan IUD dilepas terlebih dahulu sebelum melakukan aborsi medis, IUD yang terpasang dapat beresiko mengalami perdarahan hebat.
  • Terapi Kostikosteroid — efektifitas aborsi medis pada perempuan yang sedang dalam terapi kostikosteroid dapat berkurang dan mungkin berlangsung lebih lama 3 – 4 hari sejak mengkonsumsi Mife.
  • Gangguan perdarahan
  • Terapi antikoagulan
  • Anemia parah — pastikan anemia diobati dengan mengkonsumsi zat besi dan vitamin B12 dan asam folat.
  • Gangguan jantung
  • Asthma yang tidak terkontrol / diobati — pastikan asthma diobati terlebih dahulu dan dalam kondisi fit saat melakukan aborsi medis.

Lebih lengkap bisa dibaca disini.

Berikut ini adalah beberapa kontraindikasi aborsi medis, artinya Mife/Miso bisa berbahaya atau tidak efektif sama sekali. Jika kamu memiliki kondisi spesifik dibawah ini, pilihan terbaikmu adalah surgical abortion atau aborsi dengan metode bedah seperti vakum dan kuret.

  • Kehamilan Ektopik – aborsi medis tidak efektif dan disarankan melakukan surgical abortion;
  • Gagal Ginjal — Mife adalah antiglucocorticoid yang dapat menurunkan kinerja terapi pengganti kortisol;
  • Porfiria turunan – Mife dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan Porfiria
  • Alergi terhadap Mife/Miso
  • Keraguan perempuan — aborsi secara umum bisa menjadi bahaya bagi kesehatan mental jika perempuan tidak yakin akan keputusannya atau berada dibawah paksaan.

Lebih lengkap terkait kontraindikasi bisa dibaca disini.

Yang dimaksud dengan kontraindikasi adalah situasi tertentu dimana obat atau prosedur terapi tidak boleh dilakukan karena dapat berbahaya bagi orang tersebut, atau tidak memiliki efek dan reaksi yang diharapkan.

Comment on this FAQ

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Load More

Apakah ada kondisi khusus yang tidak membolehkan saya melakukan aborsi medis?

Meskipun alergi masuk dalam kontraindikasi, seringkali perempuan tidak tahu apakah ia memiliki alergi atau tidak. Jika kamu memiliki alergi terhadap misoprostol, reaksi yang mungkin muncul adalah gatal atau kebas di bagian wajah atau tangan. Reaksi alergi tidak akan bertahan lama dan biasanya masih bisa ditoleransi. Reaksi alergi akan berkurang dan hilang bersamaan dengan berkurangnya kadar misoprostol dalam tubuh. 

Alergi ini sangat jarang terjadi. Dalam sebuah riset yang dilakukan pada 80.000 perempuan yang melakukan aborsi medis, 6 perempuan atau 0.008% mengalami reaksi alergi yang ringan.Semua perempuan ini mengkonsumsi antihistamin oral dan melanjutkan melakukan aborsi dengan obat tanpa ada masalah serius.

 

Peringatan: Jika kamu memiliki salah satu dari kondisi spesifik ini, aborsi medis memiliki efektifitas yang lebih rendah. Risiko, manfaat, dan alternatif aborsi medis harus dipertimbangkan. Jika kamu memiliki kondisi ini mungkin kamu akan memerlukan penilaian klinis dan monitoring selama melakukan aborsi medis. Pastikan juga kamu sudah memiliki rencana rujukan ke fasilitas kesehatan jika dibutuhkan.

  • Menggunakan IUD — pastikan IUD dilepas terlebih dahulu sebelum melakukan aborsi medis, IUD yang terpasang dapat beresiko mengalami perdarahan hebat.
  • Terapi Kostikosteroid — efektifitas aborsi medis pada perempuan yang sedang dalam terapi kostikosteroid dapat berkurang dan mungkin berlangsung lebih lama 3 – 4 hari sejak mengkonsumsi Mife.
  • Gangguan perdarahan
  • Terapi antikoagulan
  • Anemia parah — pastikan anemia diobati dengan mengkonsumsi zat besi dan vitamin B12 dan asam folat.
  • Gangguan jantung
  • Asthma yang tidak terkontrol / diobati — pastikan asthma diobati terlebih dahulu dan dalam kondisi fit saat melakukan aborsi medis.

Lebih lengkap bisa dibaca disini.

Berikut ini adalah beberapa kontraindikasi aborsi medis, artinya Mife/Miso bisa berbahaya atau tidak efektif sama sekali. Jika kamu memiliki kondisi spesifik dibawah ini, pilihan terbaikmu adalah surgical abortion atau aborsi dengan metode bedah seperti vakum dan kuret.

  • Kehamilan Ektopik – aborsi medis tidak efektif dan disarankan melakukan surgical abortion;
  • Gagal Ginjal — Mife adalah antiglucocorticoid yang dapat menurunkan kinerja terapi pengganti kortisol;
  • Porfiria turunan – Mife dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan Porfiria
  • Alergi terhadap Mife/Miso
  • Keraguan perempuan — aborsi secara umum bisa menjadi bahaya bagi kesehatan mental jika perempuan tidak yakin akan keputusannya atau berada dibawah paksaan.

Lebih lengkap terkait kontraindikasi bisa dibaca disini.

Yang dimaksud dengan kontraindikasi adalah situasi tertentu dimana obat atau prosedur terapi tidak boleh dilakukan karena dapat berbahaya bagi orang tersebut, atau tidak memiliki efek dan reaksi yang diharapkan.

Comment on this FAQ

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Load More

Apa saja bahaya dan resiko yang harus saya perhatikan selama aborsi medis?

Meskipun alergi masuk dalam kontraindikasi, seringkali perempuan tidak tahu apakah ia memiliki alergi atau tidak. Jika kamu memiliki alergi terhadap misoprostol, reaksi yang mungkin muncul adalah gatal atau kebas di bagian wajah atau tangan. Reaksi alergi tidak akan bertahan lama dan biasanya masih bisa ditoleransi. Reaksi alergi akan berkurang dan hilang bersamaan dengan berkurangnya kadar misoprostol dalam tubuh. 

Alergi ini sangat jarang terjadi. Dalam sebuah riset yang dilakukan pada 80.000 perempuan yang melakukan aborsi medis, 6 perempuan atau 0.008% mengalami reaksi alergi yang ringan.Semua perempuan ini mengkonsumsi antihistamin oral dan melanjutkan melakukan aborsi dengan obat tanpa ada masalah serius.

 

Peringatan: Jika kamu memiliki salah satu dari kondisi spesifik ini, aborsi medis memiliki efektifitas yang lebih rendah. Risiko, manfaat, dan alternatif aborsi medis harus dipertimbangkan. Jika kamu memiliki kondisi ini mungkin kamu akan memerlukan penilaian klinis dan monitoring selama melakukan aborsi medis. Pastikan juga kamu sudah memiliki rencana rujukan ke fasilitas kesehatan jika dibutuhkan.

  • Menggunakan IUD — pastikan IUD dilepas terlebih dahulu sebelum melakukan aborsi medis, IUD yang terpasang dapat beresiko mengalami perdarahan hebat.
  • Terapi Kostikosteroid — efektifitas aborsi medis pada perempuan yang sedang dalam terapi kostikosteroid dapat berkurang dan mungkin berlangsung lebih lama 3 – 4 hari sejak mengkonsumsi Mife.
  • Gangguan perdarahan
  • Terapi antikoagulan
  • Anemia parah — pastikan anemia diobati dengan mengkonsumsi zat besi dan vitamin B12 dan asam folat.
  • Gangguan jantung
  • Asthma yang tidak terkontrol / diobati — pastikan asthma diobati terlebih dahulu dan dalam kondisi fit saat melakukan aborsi medis.

Lebih lengkap bisa dibaca disini.

Berikut ini adalah beberapa kontraindikasi aborsi medis, artinya Mife/Miso bisa berbahaya atau tidak efektif sama sekali. Jika kamu memiliki kondisi spesifik dibawah ini, pilihan terbaikmu adalah surgical abortion atau aborsi dengan metode bedah seperti vakum dan kuret.

  • Kehamilan Ektopik – aborsi medis tidak efektif dan disarankan melakukan surgical abortion;
  • Gagal Ginjal — Mife adalah antiglucocorticoid yang dapat menurunkan kinerja terapi pengganti kortisol;
  • Porfiria turunan – Mife dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan Porfiria
  • Alergi terhadap Mife/Miso
  • Keraguan perempuan — aborsi secara umum bisa menjadi bahaya bagi kesehatan mental jika perempuan tidak yakin akan keputusannya atau berada dibawah paksaan.

Lebih lengkap terkait kontraindikasi bisa dibaca disini.

Yang dimaksud dengan kontraindikasi adalah situasi tertentu dimana obat atau prosedur terapi tidak boleh dilakukan karena dapat berbahaya bagi orang tersebut, atau tidak memiliki efek dan reaksi yang diharapkan.

Comment on this FAQ

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Load More

Bagaimana obat aborsi bekerja dan bagaimana cara menggunakannya?

Meskipun alergi masuk dalam kontraindikasi, seringkali perempuan tidak tahu apakah ia memiliki alergi atau tidak. Jika kamu memiliki alergi terhadap misoprostol, reaksi yang mungkin muncul adalah gatal atau kebas di bagian wajah atau tangan. Reaksi alergi tidak akan bertahan lama dan biasanya masih bisa ditoleransi. Reaksi alergi akan berkurang dan hilang bersamaan dengan berkurangnya kadar misoprostol dalam tubuh. 

Alergi ini sangat jarang terjadi. Dalam sebuah riset yang dilakukan pada 80.000 perempuan yang melakukan aborsi medis, 6 perempuan atau 0.008% mengalami reaksi alergi yang ringan.Semua perempuan ini mengkonsumsi antihistamin oral dan melanjutkan melakukan aborsi dengan obat tanpa ada masalah serius.

 

Peringatan: Jika kamu memiliki salah satu dari kondisi spesifik ini, aborsi medis memiliki efektifitas yang lebih rendah. Risiko, manfaat, dan alternatif aborsi medis harus dipertimbangkan. Jika kamu memiliki kondisi ini mungkin kamu akan memerlukan penilaian klinis dan monitoring selama melakukan aborsi medis. Pastikan juga kamu sudah memiliki rencana rujukan ke fasilitas kesehatan jika dibutuhkan.

  • Menggunakan IUD — pastikan IUD dilepas terlebih dahulu sebelum melakukan aborsi medis, IUD yang terpasang dapat beresiko mengalami perdarahan hebat.
  • Terapi Kostikosteroid — efektifitas aborsi medis pada perempuan yang sedang dalam terapi kostikosteroid dapat berkurang dan mungkin berlangsung lebih lama 3 – 4 hari sejak mengkonsumsi Mife.
  • Gangguan perdarahan
  • Terapi antikoagulan
  • Anemia parah — pastikan anemia diobati dengan mengkonsumsi zat besi dan vitamin B12 dan asam folat.
  • Gangguan jantung
  • Asthma yang tidak terkontrol / diobati — pastikan asthma diobati terlebih dahulu dan dalam kondisi fit saat melakukan aborsi medis.

Lebih lengkap bisa dibaca disini.

Berikut ini adalah beberapa kontraindikasi aborsi medis, artinya Mife/Miso bisa berbahaya atau tidak efektif sama sekali. Jika kamu memiliki kondisi spesifik dibawah ini, pilihan terbaikmu adalah surgical abortion atau aborsi dengan metode bedah seperti vakum dan kuret.

  • Kehamilan Ektopik – aborsi medis tidak efektif dan disarankan melakukan surgical abortion;
  • Gagal Ginjal — Mife adalah antiglucocorticoid yang dapat menurunkan kinerja terapi pengganti kortisol;
  • Porfiria turunan – Mife dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan Porfiria
  • Alergi terhadap Mife/Miso
  • Keraguan perempuan — aborsi secara umum bisa menjadi bahaya bagi kesehatan mental jika perempuan tidak yakin akan keputusannya atau berada dibawah paksaan.

Lebih lengkap terkait kontraindikasi bisa dibaca disini.

Yang dimaksud dengan kontraindikasi adalah situasi tertentu dimana obat atau prosedur terapi tidak boleh dilakukan karena dapat berbahaya bagi orang tersebut, atau tidak memiliki efek dan reaksi yang diharapkan.

Comment on this FAQ

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Load More

Saya baru saja menggunakan misoprostol, apa yang akan terjadi? apa saja yang akan saya lihat?

Meskipun alergi masuk dalam kontraindikasi, seringkali perempuan tidak tahu apakah ia memiliki alergi atau tidak. Jika kamu memiliki alergi terhadap misoprostol, reaksi yang mungkin muncul adalah gatal atau kebas di bagian wajah atau tangan. Reaksi alergi tidak akan bertahan lama dan biasanya masih bisa ditoleransi. Reaksi alergi akan berkurang dan hilang bersamaan dengan berkurangnya kadar misoprostol dalam tubuh. 

Alergi ini sangat jarang terjadi. Dalam sebuah riset yang dilakukan pada 80.000 perempuan yang melakukan aborsi medis, 6 perempuan atau 0.008% mengalami reaksi alergi yang ringan.Semua perempuan ini mengkonsumsi antihistamin oral dan melanjutkan melakukan aborsi dengan obat tanpa ada masalah serius.

 

Peringatan: Jika kamu memiliki salah satu dari kondisi spesifik ini, aborsi medis memiliki efektifitas yang lebih rendah. Risiko, manfaat, dan alternatif aborsi medis harus dipertimbangkan. Jika kamu memiliki kondisi ini mungkin kamu akan memerlukan penilaian klinis dan monitoring selama melakukan aborsi medis. Pastikan juga kamu sudah memiliki rencana rujukan ke fasilitas kesehatan jika dibutuhkan.

  • Menggunakan IUD — pastikan IUD dilepas terlebih dahulu sebelum melakukan aborsi medis, IUD yang terpasang dapat beresiko mengalami perdarahan hebat.
  • Terapi Kostikosteroid — efektifitas aborsi medis pada perempuan yang sedang dalam terapi kostikosteroid dapat berkurang dan mungkin berlangsung lebih lama 3 – 4 hari sejak mengkonsumsi Mife.
  • Gangguan perdarahan
  • Terapi antikoagulan
  • Anemia parah — pastikan anemia diobati dengan mengkonsumsi zat besi dan vitamin B12 dan asam folat.
  • Gangguan jantung
  • Asthma yang tidak terkontrol / diobati — pastikan asthma diobati terlebih dahulu dan dalam kondisi fit saat melakukan aborsi medis.

Lebih lengkap bisa dibaca disini.

Berikut ini adalah beberapa kontraindikasi aborsi medis, artinya Mife/Miso bisa berbahaya atau tidak efektif sama sekali. Jika kamu memiliki kondisi spesifik dibawah ini, pilihan terbaikmu adalah surgical abortion atau aborsi dengan metode bedah seperti vakum dan kuret.

  • Kehamilan Ektopik – aborsi medis tidak efektif dan disarankan melakukan surgical abortion;
  • Gagal Ginjal — Mife adalah antiglucocorticoid yang dapat menurunkan kinerja terapi pengganti kortisol;
  • Porfiria turunan – Mife dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan Porfiria
  • Alergi terhadap Mife/Miso
  • Keraguan perempuan — aborsi secara umum bisa menjadi bahaya bagi kesehatan mental jika perempuan tidak yakin akan keputusannya atau berada dibawah paksaan.

Lebih lengkap terkait kontraindikasi bisa dibaca disini.

Yang dimaksud dengan kontraindikasi adalah situasi tertentu dimana obat atau prosedur terapi tidak boleh dilakukan karena dapat berbahaya bagi orang tersebut, atau tidak memiliki efek dan reaksi yang diharapkan.

Comment on this FAQ

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Load More

Kenapa saya merasakan nyeri di bagian perut? Apa yang bisa saya lakukan untuk mengurangi nyeri?

Meskipun alergi masuk dalam kontraindikasi, seringkali perempuan tidak tahu apakah ia memiliki alergi atau tidak. Jika kamu memiliki alergi terhadap misoprostol, reaksi yang mungkin muncul adalah gatal atau kebas di bagian wajah atau tangan. Reaksi alergi tidak akan bertahan lama dan biasanya masih bisa ditoleransi. Reaksi alergi akan berkurang dan hilang bersamaan dengan berkurangnya kadar misoprostol dalam tubuh. 

Alergi ini sangat jarang terjadi. Dalam sebuah riset yang dilakukan pada 80.000 perempuan yang melakukan aborsi medis, 6 perempuan atau 0.008% mengalami reaksi alergi yang ringan.Semua perempuan ini mengkonsumsi antihistamin oral dan melanjutkan melakukan aborsi dengan obat tanpa ada masalah serius.

 

Peringatan: Jika kamu memiliki salah satu dari kondisi spesifik ini, aborsi medis memiliki efektifitas yang lebih rendah. Risiko, manfaat, dan alternatif aborsi medis harus dipertimbangkan. Jika kamu memiliki kondisi ini mungkin kamu akan memerlukan penilaian klinis dan monitoring selama melakukan aborsi medis. Pastikan juga kamu sudah memiliki rencana rujukan ke fasilitas kesehatan jika dibutuhkan.

  • Menggunakan IUD — pastikan IUD dilepas terlebih dahulu sebelum melakukan aborsi medis, IUD yang terpasang dapat beresiko mengalami perdarahan hebat.
  • Terapi Kostikosteroid — efektifitas aborsi medis pada perempuan yang sedang dalam terapi kostikosteroid dapat berkurang dan mungkin berlangsung lebih lama 3 – 4 hari sejak mengkonsumsi Mife.
  • Gangguan perdarahan
  • Terapi antikoagulan
  • Anemia parah — pastikan anemia diobati dengan mengkonsumsi zat besi dan vitamin B12 dan asam folat.
  • Gangguan jantung
  • Asthma yang tidak terkontrol / diobati — pastikan asthma diobati terlebih dahulu dan dalam kondisi fit saat melakukan aborsi medis.

Lebih lengkap bisa dibaca disini.

Berikut ini adalah beberapa kontraindikasi aborsi medis, artinya Mife/Miso bisa berbahaya atau tidak efektif sama sekali. Jika kamu memiliki kondisi spesifik dibawah ini, pilihan terbaikmu adalah surgical abortion atau aborsi dengan metode bedah seperti vakum dan kuret.

  • Kehamilan Ektopik – aborsi medis tidak efektif dan disarankan melakukan surgical abortion;
  • Gagal Ginjal — Mife adalah antiglucocorticoid yang dapat menurunkan kinerja terapi pengganti kortisol;
  • Porfiria turunan – Mife dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan Porfiria
  • Alergi terhadap Mife/Miso
  • Keraguan perempuan — aborsi secara umum bisa menjadi bahaya bagi kesehatan mental jika perempuan tidak yakin akan keputusannya atau berada dibawah paksaan.

Lebih lengkap terkait kontraindikasi bisa dibaca disini.

Yang dimaksud dengan kontraindikasi adalah situasi tertentu dimana obat atau prosedur terapi tidak boleh dilakukan karena dapat berbahaya bagi orang tersebut, atau tidak memiliki efek dan reaksi yang diharapkan.

Comment on this FAQ

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Load More

Apakah aborsi saya berhasil? Bagaimana caranya untuk mengetahui apakah saya masih hamil atau tidak?

Meskipun alergi masuk dalam kontraindikasi, seringkali perempuan tidak tahu apakah ia memiliki alergi atau tidak. Jika kamu memiliki alergi terhadap misoprostol, reaksi yang mungkin muncul adalah gatal atau kebas di bagian wajah atau tangan. Reaksi alergi tidak akan bertahan lama dan biasanya masih bisa ditoleransi. Reaksi alergi akan berkurang dan hilang bersamaan dengan berkurangnya kadar misoprostol dalam tubuh. 

Alergi ini sangat jarang terjadi. Dalam sebuah riset yang dilakukan pada 80.000 perempuan yang melakukan aborsi medis, 6 perempuan atau 0.008% mengalami reaksi alergi yang ringan.Semua perempuan ini mengkonsumsi antihistamin oral dan melanjutkan melakukan aborsi dengan obat tanpa ada masalah serius.

 

Peringatan: Jika kamu memiliki salah satu dari kondisi spesifik ini, aborsi medis memiliki efektifitas yang lebih rendah. Risiko, manfaat, dan alternatif aborsi medis harus dipertimbangkan. Jika kamu memiliki kondisi ini mungkin kamu akan memerlukan penilaian klinis dan monitoring selama melakukan aborsi medis. Pastikan juga kamu sudah memiliki rencana rujukan ke fasilitas kesehatan jika dibutuhkan.

  • Menggunakan IUD — pastikan IUD dilepas terlebih dahulu sebelum melakukan aborsi medis, IUD yang terpasang dapat beresiko mengalami perdarahan hebat.
  • Terapi Kostikosteroid — efektifitas aborsi medis pada perempuan yang sedang dalam terapi kostikosteroid dapat berkurang dan mungkin berlangsung lebih lama 3 – 4 hari sejak mengkonsumsi Mife.
  • Gangguan perdarahan
  • Terapi antikoagulan
  • Anemia parah — pastikan anemia diobati dengan mengkonsumsi zat besi dan vitamin B12 dan asam folat.
  • Gangguan jantung
  • Asthma yang tidak terkontrol / diobati — pastikan asthma diobati terlebih dahulu dan dalam kondisi fit saat melakukan aborsi medis.

Lebih lengkap bisa dibaca disini.

Berikut ini adalah beberapa kontraindikasi aborsi medis, artinya Mife/Miso bisa berbahaya atau tidak efektif sama sekali. Jika kamu memiliki kondisi spesifik dibawah ini, pilihan terbaikmu adalah surgical abortion atau aborsi dengan metode bedah seperti vakum dan kuret.

  • Kehamilan Ektopik – aborsi medis tidak efektif dan disarankan melakukan surgical abortion;
  • Gagal Ginjal — Mife adalah antiglucocorticoid yang dapat menurunkan kinerja terapi pengganti kortisol;
  • Porfiria turunan – Mife dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan Porfiria
  • Alergi terhadap Mife/Miso
  • Keraguan perempuan — aborsi secara umum bisa menjadi bahaya bagi kesehatan mental jika perempuan tidak yakin akan keputusannya atau berada dibawah paksaan.

Lebih lengkap terkait kontraindikasi bisa dibaca disini.

Yang dimaksud dengan kontraindikasi adalah situasi tertentu dimana obat atau prosedur terapi tidak boleh dilakukan karena dapat berbahaya bagi orang tersebut, atau tidak memiliki efek dan reaksi yang diharapkan.

Comment on this FAQ

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Load More

Aborsi saya sudah selesai, lalu apa saja hal yang perlu saya ketahui? apa yang harus saya perhatikan?

Meskipun alergi masuk dalam kontraindikasi, seringkali perempuan tidak tahu apakah ia memiliki alergi atau tidak. Jika kamu memiliki alergi terhadap misoprostol, reaksi yang mungkin muncul adalah gatal atau kebas di bagian wajah atau tangan. Reaksi alergi tidak akan bertahan lama dan biasanya masih bisa ditoleransi. Reaksi alergi akan berkurang dan hilang bersamaan dengan berkurangnya kadar misoprostol dalam tubuh. 

Alergi ini sangat jarang terjadi. Dalam sebuah riset yang dilakukan pada 80.000 perempuan yang melakukan aborsi medis, 6 perempuan atau 0.008% mengalami reaksi alergi yang ringan.Semua perempuan ini mengkonsumsi antihistamin oral dan melanjutkan melakukan aborsi dengan obat tanpa ada masalah serius.

 

Peringatan: Jika kamu memiliki salah satu dari kondisi spesifik ini, aborsi medis memiliki efektifitas yang lebih rendah. Risiko, manfaat, dan alternatif aborsi medis harus dipertimbangkan. Jika kamu memiliki kondisi ini mungkin kamu akan memerlukan penilaian klinis dan monitoring selama melakukan aborsi medis. Pastikan juga kamu sudah memiliki rencana rujukan ke fasilitas kesehatan jika dibutuhkan.

  • Menggunakan IUD — pastikan IUD dilepas terlebih dahulu sebelum melakukan aborsi medis, IUD yang terpasang dapat beresiko mengalami perdarahan hebat.
  • Terapi Kostikosteroid — efektifitas aborsi medis pada perempuan yang sedang dalam terapi kostikosteroid dapat berkurang dan mungkin berlangsung lebih lama 3 – 4 hari sejak mengkonsumsi Mife.
  • Gangguan perdarahan
  • Terapi antikoagulan
  • Anemia parah — pastikan anemia diobati dengan mengkonsumsi zat besi dan vitamin B12 dan asam folat.
  • Gangguan jantung
  • Asthma yang tidak terkontrol / diobati — pastikan asthma diobati terlebih dahulu dan dalam kondisi fit saat melakukan aborsi medis.

Lebih lengkap bisa dibaca disini.

Berikut ini adalah beberapa kontraindikasi aborsi medis, artinya Mife/Miso bisa berbahaya atau tidak efektif sama sekali. Jika kamu memiliki kondisi spesifik dibawah ini, pilihan terbaikmu adalah surgical abortion atau aborsi dengan metode bedah seperti vakum dan kuret.

  • Kehamilan Ektopik – aborsi medis tidak efektif dan disarankan melakukan surgical abortion;
  • Gagal Ginjal — Mife adalah antiglucocorticoid yang dapat menurunkan kinerja terapi pengganti kortisol;
  • Porfiria turunan – Mife dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan Porfiria
  • Alergi terhadap Mife/Miso
  • Keraguan perempuan — aborsi secara umum bisa menjadi bahaya bagi kesehatan mental jika perempuan tidak yakin akan keputusannya atau berada dibawah paksaan.

Lebih lengkap terkait kontraindikasi bisa dibaca disini.

Yang dimaksud dengan kontraindikasi adalah situasi tertentu dimana obat atau prosedur terapi tidak boleh dilakukan karena dapat berbahaya bagi orang tersebut, atau tidak memiliki efek dan reaksi yang diharapkan.

Comment on this FAQ

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Load More