Categories
Aborsi 101 HAM

Panduan Teknis Aborsi Aman dan Kebijakan dalam Sistem Kesehatan

Selama dua dekade terakhir, bukti ilmiah di bidang kesehatan, teknologi dan pemikiran hak asasi manusia terkait aborsi aman telah mengalami evolusi besar. Meskipun begitu, diperkirakan 22 juta aborsi tidak aman terus terjadi setiap tahunnya. Diperkirakan 47 000 perempuan meninggal dan 5 juta perempuan mengalami morbiditas akibat aborsi tidak aman. Angka kematian dan morbiditas ini seharusnya bisa dicegah. Termasuk melalui pendidikan seksualitas, kontrasepsi, dan penyediaan layanan aborsi aman dan legal, terutama publikasi panduan teknis aborsi aman.

Aborsi aman dan legal

Di negara-negara maju, layanan aborsi aman tersedia secara legal dan dapat dilakukan atas permintaan perempuan. Aborsi mudah diakses dengan batasan yang luas baik karena ekonomi maupun sosial. Di negara-negara di mana aborsi dibatasi oleh hukum dan / atau tidak tersedia, aborsi aman sering menjadi hak istimewa orang kaya. Perempuan miskin memiliki sedikit pilihan, menyebabkan kematian dan morbiditas yang menjadi beban sosial dan finansial dari sistem kesehatan masyarakat. 98% dari aborsi tidak aman di dunia terjadi di negara-negara berkembang – proporsi ini tidak berubah sejak tahun 2000. Estimasi angka aborsi yang tidak aman menunjukkan bahwa status hukum aborsi memiliki sedikit efek pada pilihan seorang perempuan untuk aborsi, artinya tidak ada relevansinya antara kriminalisasi aborsi dan kebutuhan aborsi. Meskipun hukum melarang aborsi, namun perempuan tetap berupaya untuk mencari layanan aborsi.

‘Aborsi Aman: Panduan Teknis dan Kebijakan dalam Sistem Kesehatan’

Mengingat kondisi tersebut dan adanya kebutuhan untuk memberikan pelayanan aborsi aman untuk melindungi kesehatan perempuan, maka pada bulan Juni 2012, Badan Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mengeluarkan ‘Aborsi Aman: Panduan Teknis dan Kebijakan dalam Sistem Kesehatan’ yang merupakan edisi kedua dari panduan teknis aborsi aman yang sama dan telah diterbitkan pada tahun 2003. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan rekomendasi-rekomendasi terbaru untuk digunakan oleh Kementerian Kesehatan, Manajer Program dan penyedia layanan di seluruh dunia. Panduan 2012 ini mengintegrasikan perspektif Hak Asasi Manusia (HAM) dalam pemberian layanan aborsi yang aman dan komprehensif, bersama dengan bukti klinis dan kesehatan masyarakat saat ini.

Download Executive Summary Safe abortion- technical and policy guidance for health systems Second edition versi bahasa Indonesia disini

7 replies on “Panduan Teknis Aborsi Aman dan Kebijakan dalam Sistem Kesehatan”

Untuk dua alasan yang diatur dalam PP 61 Tahun 2014, aborsi aman bisa dilakukan di rumah sakit yang ada di Indonesia untuk dua alasan:

1. Adanya indikasi kedaruratan medis yang membahayakan nyawa bila kehamilan dilanjutkan, dan
2. Kehamilan yang terjadi akibat perkosaan.

Halo Jamal, untuk HAM, justru aborsi termasuk dalam 12 Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi yang merupakan turunan dari HAM. Mengenai agama, mungkin Jamal tidak keberatan untuk berkunjung ke situs http://samsaranews.com ? Di sana ada beberapa artikel yang memandang aborsi dalam sudut pandang beberapa agama, lho.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.