Tes kehamilan bisa dilakukan sesegera mungkin setelah kamu telat datang bulan. Kalau kamu tidak ingat tanggal dimulainya siklus menstruasimu, kamu bisa lakukan tes kehamilan paling tidak 10 hari sejak berhubungan.

Tes kehamilan bisa dilakukan dengan mudah. Kamu bisa melakukannya di rumah, atau kalau kamu punya waktu dan sekaligus ingin mengkonsultasikan kesehatanmu, kamu juga bisa melakukannya di puskesmas atau di klinik. Jika kamu sudah menikah, akan lebih mudah untuk datang ke klinik atau puskesmas, namun jika kamu belum menikah, mungkin kamu akan mempertimbangkan untuk melakukan tes kehamilan sendiri di rumah.

Hal yang perlu kamu pertimbangkan adalah, jika ternyata benar kamu hamil, apakah kamu sudah mempertimbangkan untuk meneruskan kehamilan atau tidak? Jika ya, melakukan tes kehamilan di puskesmas atau klinik bisa jadi pilihanmu.

Tapi jika kamu masih ragu, sebaiknya lakukan tes kehamilan di rumah. Kamu tidak mau kehamilanmu ini masuk dalam rekam medismu.

Tes Kehamilan di Rumah

Berbagai alat tes kehamilan tersedia dan dapat dibeli di berbagai apotik dan swalayan. Tidak perlu menggunakan tes kehamilan yang mahal, beberapa alat tes kehamilan yang murah dapat memberikan hasil yang memuaskan selama kamu memastikan cara penggunaannya tepat. Kalau kamu tidak yakin apakah tes kehamilan di rumah ini akurat atau tidak, maka  kamu bisa membeli dua tes kehamilan dan melakukan dua tes yang berbeda sebagai perbandingan.

Bagaimana caranya melakukan Tes Kehamilan di Rumah?

Tes ini biasanya dilakukan di pagi hari pada kencing pertama. Beberapa tes dapat dilakukan kapan saja, namun biasanya alat tes kehamilan ini harganya lebih mahal.

Yang perlu kamu lakukan adalah kencing pada batang alat tes, atau kamu kencing pada cawan/gelas kecil lalu mencelupkan batang alat tes ke dalamnya. Biarkan beberapa saat sampai batas air kencing sudah tampak. Biasanya ada garis pembatas. Dalam beberapa menit, hasilnya akan muncul. Tes kehamilan biasa biasanya menunjukkan dua garis merah jika hasilnya positif atau hamil. Sedangkan pada tes kehamilan yang lebih mahal, biasanya akan langsung muncul tanda negatif atau positif.

Ketika melakukan tes kehamilan ini, hasilnya mungkin saja tidak akurat. Bisa terjadi hasil yang palsu, baik itu negatif atau positif.

Hasil negatif palsu, maksudnya hasilnya negatif tapi bisa jadi kamu sebenarnya positif hamil. Hal ini biasanya disebabkan oleh :
  • Tes kehamilan yang terlalu awal. Hasil ini yang paling banyak terjadi, karena hormon kehamilan belum terdeteksi.
  • Penggunaan tes yang salah. Pastikan kamu membaca instruksi pada kemasan alat tes dan mengikuti instruksi tersebut.
Hasil positif palsu, maksudnya hasilnya positif hamil tapi bisa jadi kamu sebenarnya tidak hamil (lagi). Hal ini biasanya diakibatkan oleh :
  • Banyak perempuan mengalami keguguran tanpa mereka sadari. Jika tidak melakukan tes kehamilan, biasanya ini tidak diketahui, hanya ditandai dengan telat menstruasi yang panjang, lalu kembali menstruasi seperti biasanya, Jika kamu sempat melakukan tes kehamilan, bisa jadi kehamilan ini sudah terdeteksi, lalu kemudian kamu mengalami menstruasi lagi. Keguguran di masa awal kehamilan hampir mirip dengan menstruasi biasa, pada beberapa perempuan mungkin ditandai dengan nyeri atau kram yang lebih dari biasanya, dan gumpalan yang keluar lebih besar.
  • Obat-obatan. Ada beberapa obat-obatan yang mengandung hormon kehamilan yang dapat memberi pengaruh hasil positif dalam tes kehamilan. Jika anda tidak yakin, tanyakan pada dokter.
  • Penggunaan tes yang salah. Pastikan anda membaca instruksi pada kemasan alat tes dan mengikuti instruksi tersebut.