Tahukah kamu bahwa keguguran adalah hal yang sangat wajar, terutama di masa awal kehamilan? Tahukah kamu bahwa banyak perempuan yang mengalami keguguran tanpa mereka sadari?

Apa itu keguguran?

Keguguran adalah hilangnya atau berhentinya kehamilan sebelum kehamilan berusia 20 minggu, biasanya terjadi di trimester pertama atau usia kehamilan sebelum 13 minggu. Keguguran ini hal yang sangat biasa terjadi. Diperkirakan 1 dari 3 kehamilan yang terdeteksi mengalami keguguran. Angka ini bisa jadi lebih tinggi karena pada kehamilan yang sangat awal, seringkali keguguran terjadi bahkan sebelum perempuan tahu bahwa dirinya hamil. Keguguran seperti ini biasa disebut spontaneous abortion.

Keguguran ini bisa terjadi karena banyak hal, dan tidak selalu berhubungan dengan kesuburan seorang perempuan. Seringkali keguguran juga merupakan proses alami tubuh dan memiliki efek yang positif.

Keguguran menjadi topik yang menarik untuk dibahas karena seringkali saat terjadi keguguran pada perempuan yang menginginkan kehamilan, hal ini dapat membuat mereka merasa sedih dan kecewa. Stigma dan pandangan negatif tentang keguguran biasanya ditujukan pada perempuan. Karena perempuan kurang suburlah, tidak menjaga diri selama kehamilan, dll. Pada kenyataannya, keguguran di awal kehamilan merupakan proses yang alami jika tubuh mendeteksi bahwa hasil pembuahan tidak cukup kuat untuk terus berkembang ke proses selanjutnya. Alasannya bisa banyak, salah satunya karena sperma tidak cukup kuat untuk bisa membuahi, atau bisa membuahi tapi zygote tidak dapat berkembang.

Itu sebabnya pada pasangan yang menginginkan kehamilan, pemeriksaan tidak hanya dilakukan untuk perempuan saja, kualitas sperma juga menjadi salah satu komponen yang sangat penting dalam memastikan terjadinya pembuahan. Ingat, dalam proses pembuahan ini hanya dibutuhkan satu sel telur dari dua ovarium, namun dibutuhkan paling tidak satu sel sperma yang kuat dari 2 juta sperma yang keluar di waktu yang bersamaan.

Banyak perempuan yang tidak menyadari bahwa mereka hamil dan mengalami keguguran. Biasanya ini ditandai dengan telat menstruasi beberapa saat, lalu kembali kembali menstruasi seperti biasanya.

Bagaimana membedakan telat datang bulan dan keguguran?

Kalau kamu telat datang bulannya sekitar beberapa hari sampai dua minggu dari yang seharusnya, akan sulit untuk membedakan apakah perdarahan yang keluar ini merupakan menstruasi yang terlambat atau karena keguguran. Karena keguguran di periode ini biasanya tidak disertai dengan keluarnya darah yang lebih banyak atau lebih lama.

Dalam kondisi seperti ini, perempuan tidak membutuhkan perawatan atau penanganan. Ini karena keguguran di masa awal kehamilan mirip dengan menstruasi, itu juga sebabnya banyak perempuan tidak menyadarinya karena banyak dari mereka masih tetap bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.

Jika kamu telat mens lebih dari dua minggu, lalu tiba-tiba menstruasi disertai dengan nyeri/kram yang lebih dari biasanya, keluar gumpalan-gumpalan, dan durasi menstruasinya lebih lama, bisa jadi kamu mengalami keguguran dan kehamilanmu sudah atau lebih dari 6 minggu.

Jika kamu termasuk perempuan yang menginginkan kehamilan dan menyadari hal ini, jangan biarkan kamu terjebak dengan rasa bersalah dan kecewa. Karena keguguran ini adalah keguguran yang positif.  Ini adalah seleksi alami tubuh, biasanya jika proses seleksi ini tidak berjalan, akan muncul permasalahan pada perkembangan kehamilannya nanti. Tentunya jika kamu menginginkan kehamilan dan menjadi seorang ibu, kamu ingin bayimu sehat.

Jika kamu merencanakan memiliki keluarga, kamu mungkin ingin mempertimbangkan untuk melakukan konsultasi bersama pasanganmu dengan dokter. Pastikan pasanganmu juga paham, bahwa ini bukan tanggung jawabmu saja, ini perlu dilakukan bersama-sama.