Menyesal setelah aborsi

MENYESAL DAN MENANGIS SETELAH ABORSI

Apakah kamu masih sering menangis setelah aborsi? Apakah kamu menyesal setelah aborsi? jadi bingung dengan perasaanmu sendiri? Merasa hopeless dan kadang-kadang menyesali keputusanmu?

It’s okay. It’s alright.

Tidak ada yang salah denganmu. Tidak ada yang salah dengan perasaanmu.

Menangis adalah salah satu luapan emosi saat kita merasa sedih, kehilangan, kecewa atau mungkin marah pada diri sendiri.

Kita dibesarkan dengan budaya yang mengharuskan kita menjadi orang yang kuat dan tegar. Menangis dianggap sebagai sesuatu yang kontras dengan hal tersebut, sehingga banyak orang yang beranggapan bahwa menangis adalah sebuah kelemahan. Kita percaya bahwa dengan tidak menangis, atau dengan menahan tangisan, kita telah berusaha tegar dan menjadi orang yang kuat. Benarkah demikian?

Saya yakin dengan keputusan saya, tapi kenapa saya merasa bersalah?

Meskipun kamu merasa sudah yakin dengan keputusanmu untuk aborsi, namun sangat normal kalau kamu mengalami emosi yang bercampur aduk. Sebagian besar perempuan merasa lega setelah aborsinya selesai, namun tidak sedikit juga yang merasa sedih dan kehilangan. Emosi seseorang bisa bercampur aduk di waktu yang bersamaan, atau silih berganti dengan berjalannya waktu.

Saat kamu mengalami kehamilan, terjadi perubahan hormon dalam tubuh. Perubahan hormon ini juga berpengaruh terhadap emosi. Banyak perempuan yang merasa jadi lebih sensitif di awal kehamilannya. Prinsip yang sama terjadi saat kehamilan berakhir dengan aborsi. Hormon dalam tubuh berubah drastis dan lagi-lagi ini mempengaruhi emosi kita. Ini kenapa perasaan kita bisa seperti roller coaster, berubah-ubah terus.

Jika ini terjadi, jangan bingung apalagi makin menyalahkan diri sendiri. You’re okay. Hal ini mungkin akan berlangsung hingga satu bulan sejak aborsi.

Emosi negatif juga bisa muncul dari rasa bersalah. Lagi-lagi ini hal yang wajar. Sejak kecil kita dibentuk dengan nilai-nilai yang kita yakini. Baik itu nilai agama ataupun nilai sosial. Keputusan kita untuk aborsi seringkali bertentangan dengan nilai-nilai yang ada. Pertentangan inilah yang menimbulkan konflik di dalam diri kita dan membuat kita merasa bersalah dengan keputusan kita. Hal ini bisa membuat kita menjadi marah dan kecewa terhadap diri sendiri.

Menangislah!

Menangis adalah sebuah proses dimana kita sedang bersentuhan dengan emosi yang ada di dalam diri kita. Melalui proses itu kita dapat memahami situasi yang terjadi. Seringkali kita menahan emosi-emosi tersebut sehingga memunculkan kegelisahan yang dalam. Menangis ibaratnya meng-unlock emosi-emosi tersebut.

Menangis, sebagaimana tertawa,stress dan marah adalah bentuk ekspresi emosi yang memiliki tujuan praktis dan memberi banyak keuntungan bagi manusia untuk bertahan hidup. Misalnya, stress membuat tubuh kita bersiaga terhadap bahaya-bahaya tertentu, dan membantu kita untuk menghindari bahaya-bahaya tersebut tanpa perlu berfikir.

Menangis dapat membantu kita merasa lebih baik dan mengurangi stress, juga dapat membuat tubuh tetap sehat. Kebanyakan orang merasa lega setelah menangis. Hal ini menunjukan bahwa ada peningkatan yang signifikan dalam angka, tipe dan jumlah hormon yang dilepaskan tubuh kita dibanding sebelum menangis. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa menangis memiliki efek yang besar dan penting dalam proses healing, dan hal itu meningkatkan mood sekitar 88.8% bagi setiap orang yang sudah menangis.

Air mata yang keluar pada saat kita menangis pada saat emosional ternyata berbeda dengan air mata biasa. Keduanya berasal dari glandula air mata yang memproduksi cairan yang dapat melindungi lapisan bola mata dari iritasi. Namun air mata yang keluar pada saat emosional ternyata memiliki kandungan air mata yang berbeda yang dapat mengembalikan keseimbangan tubuh setelah peristiwa yang penuh stress.

William Frey, seorang professor dari universitas Minnesota menyatakan bahwa ternyata kandungan kimia yang terbentuk pada saat stress dapat dilepaskan melalui air mata pada saat menangis. Teori lain menyebutkan bahwa air mata diasosiasikan dengan emosi yang mengandung level tinggi protein, potasium, zat besi dan hormon, termasuk prolactin. Masih menurut Frey, stress dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan kerusakan pada bagian-bagian otak, oleh karena itu kemampuan manusia untuk menangis menjadi bagian dari proses yang penting untuk keseimbangan dan bertahan hidup.

Bagaimana caranya melalui semua ini?

Langkah pertama adalah menerima semua emosi yang muncul. Baik yang negatif atau yang positif. Perasaanmu valid, nyata. Jangan menahan emosimu, menangislah.

Beberapa hal berikut ini mungkin bisa membantumu melalui masa-masa sulit ini.

  • Bicara dengan orang yang kamu percayai. Orang yang memahami dan tidak akan menyalahkanmu.
  • Jika kamu belum siap berbagi dengan mereka, paling tidak minta pelukan dari mereka yang kamu percayai, ini bisa sahabat, pasangan atau keluargamu. Seringkali perasaan welas asih dan interaksi manusia yang tulus dapat membantu mengeluarkan air mata.
  • Coba nonton film yang sedih, yang bisa merangsang perasaan sedih keluar sehingga kamu bisa menangis.
  • Minta seseorang untuk mengelus punggungmu. Banyak emosi yang tersimpan dalam tubuh dan seringkali otot yang relaks juga bisa membantu mengeluarkan emosi.
  • Menulis, tulis apapun yang kamu rasakan. Jangan berfikir tentang benar dan salah, atau takut salah menulis. Tulis, apapun itu.

Apakah saya butuh psikolog atau psikiater?

Jika emosi negatif ini terus menetap selama lebih dari 3 bulan, dan disertai dengan tanda-tanda kamu mulai menarik diri serta kehilangan minat hidup. Ini adalah tanda awal depresi, sebaiknya kamu segera mencari bantuan terapis.