Nyeri Saat Aborsi

nyeri saat aborsi

Nyeri saat aborsi adalah reaksi yang normal, dan menjadi pertanda bahwa obat bereaksi. Jika tidak ada nyeri, justru perlu dicurigai obat tidak bekerja sama sekali. Nyeri/kram muncul karena dua hal, pertama adanya kontraksi dalam rahim, dan membukanya mulut rahim.

Beberapa tips berikut ini bisa membantumu mengatasi nyeri saat aborsi:

  • Fokus pada bagaimana mengurangi rasa sakit, bukan rasa sakit itu sendiri.
  • Minum pereda nyeri untuk mengurangi rasa sakit. Pereda nyeri seperti ibuprofen atau asam mefenamat bisa digunakan sebelum atau beberapa saat setelah mengkonsumsi misoprostol. Tidak perlu menunggu rasa nyeri muncul, gunakan obat pereda nyeri sebelum nyeri muncul untuk mengurangi rasa nyeri berlebihan.
  • Ingat bahwa rasa sakit adalah kondisi normal dari reaksi obat, dan akan berangsur-angsur hilang setelah proses selesai.

Jika kamu menemani seseorang, jangan ikut panik dengan nyeri yang dialami oleh pasangan/temanmu. Ikuti beberapa tips berikut ini:

  • Kalau perempuan yang kamu dampingi panik, lihat matanya, tersenyum dan coba untuk menenangkannya dengan menyentuh rambutnya atau memegang tangannya.Ketika mengalami panik dan stres, otot-otot di sekitar pinggul dan vagina akan mengetat sehingga akan menambah rasa sakit.
  • Mendorong perempuan untuk berbicara atau melakukan hal lain yang mengalihkan perhatian fokusnya dari rasa sakit. Beberapa pasangan menonton film selama proses aborsi, pastikan kalian hanya menonton film komedi. Hindari drama, thriller, horor atau film apapun yang bisa mempengaruhi kalian secara emosional dan ketakutan. Ingat, stres tidak akan membuat proses ini menjadi lebih mudah.
  • Dengarkan musik favorit kalian atau kenang saat-saat yang indah dan lucu yang pernah kalian alami. 

Bagaimana membedakan nyeri normal dan Nyeri parah?

Kalau kamu mengeluh nyeri saat aborsi; tetapi rasa nyerinya berkurang setelah minum pereda nyeri, dan kamu masih bisa melakukan aktifitas seperti biasanya tanpa bantuan orang lain, misalnya, pergi ke kamar mandi, makan, berjalan di dalam rumah, dll maka rasa nyeri dan sakit tersebut adalah nyeri normal.

Kalau kamu mengeluh nyeri dan sakit; dan rasa nyerinya tidak berkurang dengan minum pereda nyeri, kamu juga merasa lemah, hanya bisa terbaring di tempat tidur dan membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan aktifitasmu ; misalnya harus digotong atau dipangku ke kamar mandi, maka rasa nyeri dan sakit tersebut adalah nyeri yang parah