Kamu sudah menggunakan obat aborsi, semisal gastrul, cytotec atau noprostol, tapi tidak bereaksi? Kamu mungkin mengalami kram saja tapi tidak ada perdarahan sama sekali. Apa yang terjadi? Dan apa yang bisa kamu lakukan? 

Ada dua kemungkinan kenapa tidak ada reaksi sama sekali. Pertama, bisa karena kualitas obatnya. Obat asli dan tidak kadaluarsa, akan menunjukkan reaksi, bisa kram dan perdarahan atau keduanya. Namun dalam beberapa kasus, meskipun obatnya asli, bisa saja tubuh tidak bereaksi sama sekali. Ingat, bahwa tidak ada metode kesehatan yang 100% berhasil, selalu ada kemungkinan gagal. Jika kamu menggunakan kombinasi mifepristone-misoprostol, dengan efektifitas hingga 95%, kamu masih punya 5% resiko gagal. Begitu pula dengan Misoprostol saja, denga efektifitas hingga 85%, masih ada 15% kesempatan gagal.

Jika ini terjadi, kamu bisa mengulang kembali penggunaan obat aborsi paling tidak 24 jam setelahnya. Biasanya setelah percobaan kedua, kemungkinan gagalnya semakin kecil.

Jika setelah dua kali percobaan masih juga gagal, ini tidak biasa, sebaiknya kamu memeriksakan kehamilanmu dan melakukan tes USG. Pada beberapa kasus dimana gagal setelah dua kali aborsi medis, biasanya ditemukan kondisi kehamilan khusus dan sangat jarang. Ini juga bisa menjadi pertanda kamu ingin mengetahui lebih detail situasi kehamilanmu.

Kemungkinan kedua kenapa tidak ada reaksi adalah karena obat yang palsu. Obat yang palsu biasanya tidak ada reaksi sama sekali. Kamu mungkin mengalami efek samping, tapi efek samping ini bisa muncul dari kandungan obat lainnya, atau bahkan jika bukan obat sekalipun. Yang membedakan asli atau tidaknya, bisa dilihat hanya dari reaksi obat, bukan efek sampingnya.

Jika ini yang terjadi, kamu perlu membeli obat baru lagi dan mengulang penggunaan misoprostol. Kali ini, pastikan kamu mendapatkan obat asli atau membeli dari penjual yang terpercaya.