Reaksi dan efek samping cytotec atau obat aborsi

REAKSI DAN EFEK SAMPING CYTOTEC

Apakah kamu penasaran seperti apa reaksi dan efek samping cytotec dan obat misoprostol lainnya? Kebanyakan orang membeli obat terlebih dahulu tanpa mencari dan membaca semua informasi terkait aborsi medis. Selain mengetahui cara penggunaan yang tepat, penting juga untuk tahu apa yang akan terjadi setelah mengkonsumsi obat. Dengan paham semua informasi tersebut, kamu bisa lebih tenang dan gak mudah panik saat melakukan aborsi medis.

Ok, jika kamu sudah menggunakan misoprostol, semisal cytotec, Gastrul atau misotab, lalu apa yang akan terjadi dan apa yang perlu kamu perhatikan?

Cytotec, Gastrul, Noprostol dan obat aborsi lainnya biasanya mengandung Misoprostol, zat yang merupakan analog prostaglandin. Karena dinding rahim sensitif terhadap prostaglandin, maka ketika level prostaglandin meningkat di dalam tubuh, rahim dapat berkontraksi. Akibatnya, rahim mengeluarkan hasil konsepsi. Prosesnya hampir mirip dengan keguguran.

Reaksi apa saja yang akan muncul?

Reaksi obat umumnya bekerja kurang lebih 3-4 jam setelah mengkonsumsi Misoprostol.  Misoprostol mengakibatkan kontraksi rahim, biasanya ditandai dengan adanya kram dan nyeri di bagian perut yang diikuti oleh pendarahan seperti menstruasi.  Selain perdarahan, Kamu akan melihat gumpalan darah kental,kantung kehamilan,  atau mungkin janin, tergantung usia kehamilannya. Reaksi ini adalah hal yang diharapkan, jika reaksi ini tidak muncul, bisa dipastikan obatnya tidak bekerja. Tanpa adanya reaksi ini, proses keguguran tidak terjadi.

Jika kehamilan diatas 15 minggu, reaksi dan prosesnya akan sama seperti melahirkan. Kamu akan mengalami kram di bagian perut, diikuti dengan pecahnya ketuban, disusul dengan keluarnya janin.

Tiap perempuan bereaksi secara berbeda-beda, sebagian sudah mulai mengalami kram setelah dosis pertama, namun sebagian lain baru mengalami kram setelah dosis kedua atau ketiga. Kram biasanya akan diikuti dengan perdarahan. Biasanya darah segar berwarna merah dan darah lama berwarna kecoklatan. Ketika melakukan aborsi seorang perempuan akan mengeluarkan darah segar berwarna merah. Selain darah seperti menstruasi, kamu juga akan melihat keluarnya gumpalan darah. Tergantung usia kehamilan saat kamu aborsi, perdarahan yang keluar akan berbeda-beda buat tiap perempuan. Jika dibawah 9 minggu, biasanya perdarahan akan disertai dengan gumpalan-gumpalan darah dan kantung kehamilan. Kantung kehamilan ini biasanya seperti insang atau lemak putih, seringkali kamu tidak bisa melihatnya karena ukurannya kecil dan tercampur dengan gumpalan darah. Setelah 9 minggu atau lebih, anda dapat melihat kantung kehamilan dalam darah, atau bahkan embrio. Saat kehamilan berusia 8 atau 9 minggu, ukuran embrio sekitar 2,5 cm.

Efek samping apa saja yang akan muncul?

Berbeda dengan reaksi, yang dimaksud dengan efek samping adalah gejala atau tanda yang muncul bersamaan pada saat mengkonsumsi obat, namun tidak sepenuhnya menjamin bahwa proses aborsi berjalan. 

Selain reaksi di atas, kamu juga akan mengalami beberapa efek samping seperti pusing, sakit kepala, mual, muntah dan diare. Tidak semua efek samping ini muncul semua atau bersamaan, kadang hanya beberapa saja. Kamu mungkin akan kewalahan dengan diare, itu sebabnya disarankan kamu punya akses ke kamar mandi supaya kamu bisa bolak-balik dengan mudah. Banyak perempuan juga kadang merasa kram dan mules disaat bersamaan, dan kadang mereka tidak menyadari saat gumpalan darah dan kantung kehamilan keluar bersamaan saat mereka buang air besar. 

Tidak semua efek samping ini harus muncul. Kadang-kadang hanya sebagian saja yang muncul. O ya, sebagian perempuan juga dapat mengalami reaksi alergi seperti gatal di tangan atau kebas di bagian wajah. Jika kamu memiliki alergi terhadap misoprostol, reaksi yang mungkin muncul adalah gatal atau kebas di bagian wajah atau tangan. Reaksi alergi tidak akan bertahan lama dan biasanya masih bisa ditoleransi. Kamu gak perlu hawatir dan gak perlu obat apapun untuk mengatasi alergi tersebut. Reaksi alergi akan berkurang dan hilang bersamaan dengan berkurangnya kadar misoprostol dalam tubuh. 

jika beberapa jam setelah mengkonsumsi misoprostol tidak ada tanda-tanda reaksi dan efek samping. Apa yang harus saya lakukan?

WHO hanya merekomendasikan menggunakan 4 tablet misoprostol (4x@200mg). Namun jika dalam 3-4 jam  tidak muncul perdarahan dan tanda – tanda hasil konsepsi keluar, ada dua opsi yang bisa dilakukan. Pertama, mengulangi dosis yang sama, sampai hasil konsepsi keluar. Atau, gunakan dosis untuk aborsi tidak komplit, yaitu tambahan 2 tablet misoprostol sublingual. ulangi setiap 3 jam sampai hasil konsepsi keluar.

Untuk mengetahui lebih pasti, silahkan cek dan pelajari beberapa rekomendasi WHO terkait aborsi medis berikut ini:

Medical management of abortion. 2018

Expanding health worker roles for safe abortion in the first trimester of pregnancy. 2016

Clinical practice handbook for safe abortion. 2014

Safe abortion: technical and policy guidance for health systems. 2nd Ed. 2012