Apakah kamu galau karena telat datang bulan? Segera lakukan tes kehamilan untuk mengetahui apakah kamu hamil atau tidak. Telat datang bulan bukan berarti kamu pasti hamil. Stress dan kondisi hormonmu juga bisa mempengaruhi siklus menstruasimu. Kalau kamu aktif seksual, segera lakukan tes kehamilan untuk memastikan apakah kamu hamil atau tidak.

Saat kamu stress, tubuhmu menghasilkan hormon stres kortisol dan adrenalin. Adrenalin membuat merasa berenergi, sedangkan kortisol dapat meningkatkan fungsi otak dan mengirimkan sinyal ke tubuhmu untuk memperlambat atau menghentikan fungsi tubuh yang tidak penting, tujuannya untuk menghemat energi. Salah satunya adalah dengan menekan sistem reproduksi. Kortisol dapat mengirimkan sinyal pada otak untuk berhenti memproduksi progesteron dan estrogen, sehingga mencegah atau memperlambat siklus menstruasi.

Setiap tubuh itu unik, dan karena setiap perempuan merespon stress dengan cara yang berbeda-beda. Bagi sebagian orang stress dapat menyebabkan telat datang bulan, namun bagi sebagian mungkin siklus menstruasinya tetap teratur tapi mempengaruhi siklusnya, misalnya menstruasinya hanya berupa bercak darah saja, darahnya lebih sedikit atau lebih banyak,  atau bisa saja darahnya berhenti beberapa hari lalu mulai lagi.

Beberapa hal lain  juga bisa berpengaruh pada siklus menstruasi. Diantaranya:

  • Kontrasepsi
  • Perubahan pola tidur
  • Perjalanan jauh yang mengakibatkan jet lag
  • Perubahan di sistem endokrin, misalnya ada masalah dengan kelenjar tiroid,
  • Perimenaupose, dimana tubuhmu mulai masuk masa menopause, biasanya akan ditandai dengan adanya perubahan siklus menstruasi.

Tapi saya hawatir saya hamil!

Jika kamu seksual aktif, telat datang bulan bisa menjadi tanda terjadinya kehamilan. Segera lakukan tes kehamilan untuk mengetahui apakah kamu hamil atau tidak. 

Berhubungan seks tidak selalu dikaitkan dengan masuknya penis ke dalam vagina atau yang biasa disebut vaginal intercourse.  Ada banyak variasi berhubungan seks, termasuk petting atau menggesek-gesekan penis di bagian luar vagina. Beberapa pasangan memilih melakukan petting karena khawatir perempuan akan kehilangan keperawanannya jika melakukan vaginal intercourse. Tapi tahukah kamu, bahwa petting dan vaginal intercourse tanpa kondom tetap beresiko mengalami kehamilan? Ya, kamu bisa saja merasa masih perawan karena tidak pernah melakukan vaginal intercourse, dan kamu masih tetap bisa hamil.  Jika sperma keluar saat petting, sperma tetap dapat masuk ke dalam vagina meskipun terhalang oleh celana dalam. Ini karena sel sperma sangat kecil sehingga bisa menembus membran kain, dan masuk ke dalam vagina. Itu sebabnya kondom disarankan jika kamu ingin menghindari kehamilan, karena membran kondom sangat kecil sehingga sperma tidak bisa menembus. Dan jika terjadi kebocoran kondom, maka sperma bisa dengan mudah menembus lapisan kondom.

Kalau saya hamil, gimana?

Kalau kamu ternyata hamil and not happy about it, apa yang kamu alami adalah Kehamilan Tidak Direncanakan atau KTD, yaitu kehamilan yang terjadi ketika kamu belum siap hamil, atau memang memutuskan untuk tidak hamil. KTD merupakan kejadian yang sangat umum. Berdasarkan riset, 1 dari 4 kehamilan adalah kehamilan tidak direncanakan, baik karena kekerasan seksual maupun karena penyebab lain yang lebih umum; misalnya saja tidak menggunakan kontrasepsi, atau mengalami kegagalan kontrasepsi.

Kamu selalu punya pilihan, kamu bisa meneruskan ataupun menghentikan kehamilan ini. Kamu yang lebih tahu apa yang terbaik buatmu dan hidupmu. Jika kamu mengalami situasi ini, pastikan kamu punya informasi terkait pilihan-pilihanmu. Pahami setiap resiko dan konsekuensinya sebelum kamu membuat keputusan.