Apakah kamu sedang mempertimbangkan melakukan tes ultrasound atau USG?  Jika ya, kamu berada di halaman yang tepat.

Tes ultrasound atau USG memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah untuk menghitung usia kehamilan, mengetahui perkembangan kehamilan, dan mendeteksi jika ada kelainan pada kehamilan. Jika kamu mengalami keguguran, atau pernah aborsi, USG juga bisa membantu untuk mendeteksi jika keguguran atau aborsi telah komplit atau tidak, dan apakah kehamilan masih berkembang atau tidak berlanjut.

Nah, pertanyaan selanjutnya adalah; apakah USG itu wajib sebelum menggugurkan kandungan? Tergantung. Berikut beberapa pertimbangannya.

Memastikan usia kehamilan

Usia kehamilan bisa dihitung dengan cara menghitung dari Hari Pertama Menstruasi Terakhir (HPMT). Sayangnya, hal ini tidak bisa dilakukan jika tipikal menstruasimu tidak teratur atau ketika kamu tidak ingat kapan menstruasi terakhirmu dimulai. Dalam situasi ini kamu sebaiknya melakukan USG supaya bisa mendapat perhitungan usia kehamilan yang akurat. 

Kalau kamu ingat HPMT mu dan perhitunganmu masih dibawah 12 minggu, maka kamu tidak perlu melakukan USG. Badan kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) dalam panduannya terkait aborsi, tidak merekomendasikan USG untuk usia kehamilan dibawah 12 minggu atau trimester pertama. USG sebelum aborsi baru direkomendasikan jika usia kehamilan di atas 12 minggu atau masuk trimester kedua.

Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar kandungan atau rahim. Kehamilan ektopik memiliki resiko kematian bagi perempuan. Kehamilan ektopik biasanya dikenali di masa awal kehamilan dan biasanya ditandai dengan:

    1. Mual dan muntah.
    2. Nyeri pada perut bawah.
    3. Kram perut.
    4. Nyeri pada satu sisi tubuh.
    5. Pusing atau lemah.
    6. Nyeri pada pundak, leher, atau rektum.
    7. Pingsan (jarang terjadi).

Jika kamu mengalami beberapa tanda-tanda tersebut dan ingin memastikan apakah kamu mengalami kehamilan ektopik, maka sebaiknya kamu melakukan tes ultrasound atau USG.

Jika kamu mengalami kehamilan ektopik, dokter wajib memberikan layanan aborsi aman dan legal, karena kehamilan ektopik dapat membahayakan nyawa perempuan. Aborsi medis atau aborsi dengan obat tidak disarankan untuk kehamilan ektopik.

Gak kena tipu

Kalau kamu merencanakan menggugurkan kandungan atau aborsi di klinik, terlepas dari kedua alasan di atas, pastikan kamu melakukan USG terlebih dahulu di klinik atau rumah sakit yang berbeda dari tempat kamu akan melakukan aborsi. Penasaran kenapa?

Harga aborsi berbeda-beda tergantung usia kehamilannya, semakin besar usia kehamilannya, semakin mahal harganya. Kadang ada dokter atau klinik yang akan menaikan usia kehamilan supaya perempuan membayar mahal.  Bawa hasil USG tersebut dan tunjukkan pada dokter atau petugas medis yang akan melakukan tindakan, mereka tidak bisa mempermainkanmu jika kamu memiliki hasil USG dari tempat lain. 

O ya, jangan lupa pada saat melakukan USG, minta dokter atau perawat untuk mencantumkan tanggal dan usia kehamilan. Kadang ada beberapa mesin USG yang tidak di setting dengan tanggal dan usia kehamilan, sehingga kamu tidak bisa menjadikan hasilnya sebagai rujukan.