Kamu baru saja mengalami keguguran atau aborsi dengan obat beberapa hari yang lalu, sekarang kamu was-was apakah aborsinya sudah berhasil atau belum? Apakah semuanya sudah komplit keluar atau belum? 

Bagaimana caranya supaya saya tahu pasti apakah aborsi saya berhasil? 

Apa yang harus saya lakukan? 

Apakah saya harus melakukan USG setelah aborsi medis?

Tenang, tenang.  Kamu berada di halaman yang tepat. Jangan panik.

Satu-satunya alasan untuk kamu panik adalah jika kamu mengalami komplikasi, biasanya ditandai dengan perdarahan dan nyeri yang hebat. Saat mengalami komplikasi seperti ini kamu akan merasa lemas karena kehilangan banyak darah dan cairan. Dan kamu harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Apakah saya baik-baik saja?

Kalau saat ini kamu masih bisa browsing dari HP mu sambil ngopi atau mendengarkan musik, artinya masa-masa kritismu sudah lewat.

Pertama, pastikan bahwa aborsi medismu berjalan lancar. Jika setelah menggunakan obat tidak muncul reaksi dan gejala apapun, termasuk tidak adanya nyeri, perdarahan dan gumpalan darah yang keluar, bisa dipastikan aborsimu gagal total. Artinya kamu tidak perlu USG, yang perlu kamu lakukan adalah mengulang menggunakan obat aborsi.

Jika semuanya lancar, maka berikut hal yang perlu kamu pahami sebelum menentukan apakah kamu perlu USG atau tidak.

Tubuh membutuhkan waktu beberapa minggu untuk sepenuhnya mengeluarkan semua jaringan dan produk kehamilan dari dalam rahim. Selama 2-3 minggu kamu akan mengalami perdarahan seperti menstruasi biasa, kadang disertai dengan gumpalan, kadang berhenti, kadang muncul lagi. Ini adalah normal. Jika dalam 2-3 minggu ini kamu merasakan tanda-tanda kehamilan berkurang dan setelah kamu tes kehamilan atau tes pack hasilnya negatif, artinya aborsimu sudah komplit. Kamu tidak perlu melakukan USG.

Tapi saya bener-bener stress, saya pengen tahu pasti secepatnya!

Nah, itu beda soal. Secara medis dan berdasarkan rekomendasi WHO, USG tidak dibutuhkan di masa-masa ini. Tapi kalau dengan USG itu bisa membantumu merasa tenang, maka kamu bisa melakukan USG. Meski begitu, pastikan bahwa kamu tidak terburu-buru USG. USG baru disarankan paling tidak 10 hari setelah tindakan. Mau tahu kenapa? 

Tubuh membutuhkan waktu beberapa minggu untuk mengeluarkan semua jaringan dan produk kehamilan dari dalam rahim. Kalau kamu USG terlalu cepat, kemungkinan besarnya dokter akan melihat ada sisa di dalam rahimmu, dan kamu akan di diagnosa dengan aborsi tidak komplit. Jika ini terjadi, ada kemungkinan dokter akan bilang bahwa kamu perlu intervensi bedah seperti kuret atau vakum.

Kalau uang bukan masalah buatmu, dan kamu ingin segera tenang, that’s fine. Tapi kalau kamu kesulitan secara finansial, kamu tidak perlu mengikuti saran dokter. Tunggu saja sampai perdarahannya selesai.

Nah, kamu sudah punya cukup informasi yang bisa membantumu membuat keputusan. USG atau tidak, kamu sendiri yang paling tahu dan bisa memutuskan.

Untuk mengetahui lebih pasti, silahkan cek dan pelajari beberapa rekomendasi WHO terkait aborsi medis berikut ini: